Persma UMSU harus Jadi Kawah Candradimuka Jurnalis

MEDAN | Pers Mahasiswa (Persma) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) harus menjadi kawah candradimuka jurnalis-jurnalis handal. Maka, cara menempah dan mendidik di persma harus dipertahankan, sehingga tidak pernah kekeringan menghasilkan sumber daya manusia yang luar biasa.

KEPALA BARESKRIMMenurut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMSU, Rudianto SSos MSi, banyak persma di kota Medan tetapi banyak juga yang hilang dan stagnan. Tetapi, berbeda dengan Teropong UMSU yang sudah berumur hampir 15 tahun tetap eksis dan belum ada tanda-tanda kendor. Bahkan, tidak hanya berkiprah di UMSU, tetapi juga di Medan, Sumut bahkan Indonesia. “Ini sesuatu kebanggaan kita. SDM yang dididik dan ditatar di UKM LPM Teropong banyak yang berhasil,” katanya, kemarin, di Medan.

Rudianto mengungkapkan, dirinya mengawali karir di dunia jurnalis. Maka tidak heran dirinya pernah bekerjasama dengan aktivis Persma Teropong. “Ada yang terkesan saya, ketika itu ada investor ingin membuka media online. Untuk merekrut jurnalisnya saya langsung teringkat Teropong karena saya melihat dimana lagi mencari SDM yang segar di bidang jurnalis selain di Persma dan Teropong saya anggap menjadi sarang SDM yang masih segar dan idealis,” ucapnya.

Ia mengaku, melihat kinerja aktivis Persma Teropong sangat luar biasa, semangat kerja dan reputasi ini harus dipertahankan. “Bicara jurnalistik tidak asing dan Teropong adalah bagian dari hidup saya,” ujarnya.

Rudianto yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMSU menambahkan, terkait Raker harus dibuat program-program kerja sesuai dengan kondisi dan situasi. Program-program yang sudah mapan sebaiknya diganti menjadi program yang menantang. “Jika kita punya tantangan yakni dengan mendesain satu program yang berbeda dibandingkan pengurus sebelumnya sehingga ada harapan organisasi ini akan terus hidup,” ucapnya.

Dia berpesan, agar aktivis persma membekali diri dengan banyak membaca dan diharapkan pers mahasiswa menjadi media alternatif yang dekat dengan rakyat sesuai dengan salah satu elemen dalam buku Sembilan Elemen Jurnalisme karya Bill Kovach yakni loyalitas utama jurnalisme adalah kepada rakyat.

“Setia pada rakyat, persma bisa mengambil peran itu, selain mengagas jurnalisme edukasi dan Teropong bisa menjadi bingkai lain terhadap masyarakat kerakyatan dan kebangsaan. Dengan idealisme mahasiswa cara melihat sesuatu akan berbeda,” ucapnya.

Ketua Forum Alumni Teropong (Format) diwakili Rizalul Ghaibi Lubis meminta agar program-program kerja yang akan dirancang benar-benar bisa dilaksanakan dan terukur.

Sedangkan Ketua Umum UKM-LPM Teropong UMSU, Mikrayana Ujung mengaku Raker dilaksanakan untuk menyusun program kerja selama satu tahun ke depan. Salah satu program kerja dua tahunan yang dirancang yakni mengadakan diklat tingkat lanjut persma se Indonesia. Selain itu, merancang sistem rekrutmen yang mampu menarik minat mahasiswa untuk bergabung ke Teropong. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *