HeadlineIndeksKriminalitas

Personil Polisi Air Polda Sumut Ini Dijatuhi Hukuman Mati

MEDAN | Personil Polisi Air Polda Sumut berinisial Aiptu M (48), dijatuhi hukuman mati. Dia terbukti bersalah menyelundupkan 10 Kg sabu-sabu dan 271 butir pil ekstasi.

KEPALA BARESKRIMBukan hanya M, rekannya M Syahdan juga dijatuhi hukuman mati dalam perkara itu. Sementara Reza Maulana Revaldi alias Iqbal (22) juga dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman seumur hidup.

Hukuman mati terhadap Aiptu M dan Syahdan serta hukuman seumur hidup untuk Reza dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Ulina Marbun di Pengadilan Negeri Tanjung Balai, (17/2/2016).

M, Syahdan dan Reza dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Putusan majelis hakim sama dengan tuntutan jaksa. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rawatan Manik dan Rita Suriani meminta agar M dan Sahdan dijatuhi hukuman mati, sedangkan Reza dituntut dengan hukuman seumur hidup.

Menyikapi putusan hakim, ketiga terdakwa menyatakan banding. Sementara JPU menyatakan pikir-pikir.

Dalam dakwaan jaksa, Aiptu M dan putranya Reza ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) karena terlibat jaringan narkoba internasional.

Mereka diringkus di kediamannya di Jalan Umar Damanik Lingkungan IV, Kelurahan Pantai Burung, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, (14/6/2015) pagi. Dari rumah itu, petugas menemukan 10 kilogram sabu-sabu. Petugas juga menangkap Syahdan yang ditengarai tekong kapal dan sebagai penghubung dengan bandar besar di Jakarta.

Penangkapan M, Syahdan dan Reza merupakan hasil pengembangan penangkapan 271 butir pil ekstasi oleh petugas BNN. M merupakan bagian dari sindikat narkoba jaringan internasional dari Malaysia.

Awalnya BNN memeroleh informasi mengenai adanya kapal yang akan berangkat ke Malaysia untuk menjemput sabu-sabu. Setelah kapalnya merapat kembali di Dermaga Tanjungbalai, Syahdan menyerahkan sabu-sabu seberat 10 kilogram kepada M.

Begitu barang haram berada di tangan M, petugas BNN mengikuti dan menyergapnya di kediamannya. Namun, dia menyamarkan dengan membuangnya ke rawa. Dia kemudian memerintahkan Reza untuk mengambilnya.

Dalam persidangan terungkap, M dan Syahdan diketahui sedikitnya telah 3 kali menyelundupkan narkoba dari Malaysia ke Indonesia. Sementara anaknya Reza bertugas membawa sabu-sabu dari tengah laut. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button