Walikota harus Bangun Zona Ekonomi Merata di Seputaran Kota Medan

MEDAN | Kota Medan resmi sudah memiliki pemimpin baru. Dengan dilantiknya pasangan Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution sebagai Walikota dan Wakil Walikota Medan, diharapkan membawa perubahan dan pembangunan yang lebih baik sesuai slogannya ‘Medan Rumah Kita’.

KEPALA BARESKRIMBerbagai kalangan menaruh harapan besar kepada kedua pimpinan yang terpilih dalam kompetisi Pilkada Serentak, 9 Desember 2015. Termasuk dari kalangan pengusaha.

Suara pengusaha yang diwakili oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menggantungkan harapan terjadinya pemerataan pembangunan ekonomi di wilayah Kota Medan.

Laksamana Adiyaksa sebagai Sekretaris APINDO Sumut mengungkapkan, Walikota dan Wakil Walikota yang diamanahkan memimpin Kota Medan harus dapat menciptakan terobosan yang inovatif untuk mengembangkan zona-zona perekonomian yang baru.

“Walikota harus dapat memikirkan bagaimana dalam mengembangkan zona-zona perekonomian baru di seputaran Kota Medan. Supaya pembangunan terjadi pemerataan tidak hanya terfokus di satu titik,” ujarnya kepada obrolanbisnis.com dari seberang telepon, Kamis (18/2/2016).

Pembangunan zona ekonomi baru ini mengutamakan penataan ruang bangunan. Tentunya penataan ini harus dibarengi dengan keluarnya peraturan dari pemerintah daerah terkait tata ruang bangunan.

“Zonanisasi ini harus menerapkan kewajiban pewarnaan bagi bangunan, sehingga tidak nampak kumuh dan nano-nano,” ucapnya.

Contohnya, barisan bangunan ruko yang terbangun jangan memunculkan image pelangi. Artinya, tampilan bangunan harus seragam, seperti halnya penataan warna harus semuanya sama.

“Jika penataannya tak seragam, maka akan terlihat jelek seperti pelangi yang tak mendapatkan perhatian penataan dari pemerintah,” ucap Dosen Fakultas Hukum Universitas HKBP Nomensen ini.

Menurutnya, penerapan itu tak akan sulit dilakukan oleh pemerintah dalam menata zona ekonomi di bidang pembangunan. “Solusi pembangunan zona ekonomi secara merata di seputaran Kota Medan sebagai salah satu upaya untuk menghindari penumpukan di satu titik inti kota saja yang dapat menyebabkan kemacetan,” cetus Laks, panggilan akrabnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *