Polisi Temukan Hewan Satwa Dilindungi di Hairos dan Mora Indah

MEDAN (bareskrim.com) | Dua lokasi taman rekreasi di Sumut, yakni Mora Indah Jalan Sisingamangaraja Medan Amplas dan Hairos Indah di Jalan Djamin Ginting Km 14,5, digerebek petugas Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumut, kemarin.

KEPALA BARESKRIMPenggerebekan dilakukan setelah petugas polisi menemukan sejumlah hewan satwa yang dilindungi dan tidak memiliki izin berada di lokasi taman rekreasi tersebut.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Poldasu, AKBP Robin Simatupang mengatakan, ada sejumlah hewan satwa yang dilindungi dan tidak memiliki izin dari pihak terkait berada di taman rekreasi itu.

Atas penemuan ini, katanya, pihaknya lalu memeriksa beberapa orang sebagai saksi. Apabila mereka (pihak pengelola) memelihara hewan satwa yang dilindungi dengan sengaja dan tanpa izin tentu pihak manajemennya dijadikan tersangka.

“Kita periksa saksi-saksi dulu untuk menetapkan siapa tersangkanya jika mereka tidak memiliki izin. Untuk hewan (barang bukti) kita akan berkoordinasi dengan pihak balai konservasi sumber daya alam (BKSDA),” kata Robin.

“Dari keterangan saksi-saksi hewan satwa yang dilindungi ini didatangkan dari pulau Sumatera dan juga dari luar pulau Sumatera atau pun dari pasar gelap, karena memang untuk hewan satwa dilindungi harus ada izin dari pihak terkait dari pihak terkait ” jelasnya.

Adapun hewan satwa dilindungi dari taman rekreasi Hairos Indah penyidik mendata, yakni 1 ekor Siamang, 4 ekor Wowo, 3 ekor burung Kakak Tua Jambul Kuning, 3 ekor burung Gagak, 4 ekor burung Elang Hitam, 1 ekor burung Kiwi, 2 ekor burung Nuri Bayan, 2 ekor Ayam Emas, 7 ekor Buaya Muara, 1 ekor Lutung, 1 ekor Kingkong, 5 ekor Rusa Macan, 3 ekor Beruang Madu, 5 ekor Landak, 2 ekor Kangguru, 1 ekor Elang Putih, 3 ekor Merak Hijau, 2 ekor Ikan Gladiator dan 3 ekor Rimau Sagau.

Sementara di taman rekreasi Mora Indah penyidik mendata 1 ekor Kasuari, 2 ekor Merak, 2 ekor Kakak Tua Jambul Kuning dan 1 ekor Landak.

“Jika terbukti melanggar hukum tersangka akan dijerat Pasal 21 ayat 2 junto Pasal 40 ayat 2 UU Republik Indonesia No 5 tahun 1990 tentang ‚ÄéKonservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Ancaman kurungan diatas 5 tahun penjara,” sebut Robin. (jul/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *