HeadlineIndeksKriminalitas

Kasus Pencurian Tanah di Medan Denai ‘Mengendap’ di Polresta Medan

MEDAN (bareskrim.com) | Kasus pencurian lahan dilakukan oleh Rita Dahriana Daulay, salah seorang guru SD Negeri di Kecamatan Medan Kota Jalan Halat No 48 Medan telah lama menduduki lahan seluas 970 meter milik Rahmat Mulia Hasibuan di Jalan Menteng VII lingkungan III Kelurahan Medan Tenggara No 92 Kecamatan Medan Denai.

Dari keterangan pelapor Rahmat Mulia Hasibuan kasus pencurian ini sudah dilaporkan pada tanggal 07 September 2015 dilaporkan ke Polresta Medan berdasarkan surat tanda terima laporan polisi nomor STTLP/2446/K/IX/2015/RESTA MEDAN.

Hingga kini belum dilakukan proses apapun untuk menyelesaikan larangan menguasai tanah tanpa hak atau kuasanya sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 06 ayat 1 huruf a prp No 51 tahun 1960.

Dan pihaknya sudah melakukan somasi dan teguran hukum yang dilayangkan oleh Kantor Hukum “DAM Hasonangan Haharap SH dan Associates” kepada Bahrum Jamil Harahap, Endang Daulay, Rita Dahriana Daulay dan Adlin Dulay. Namun, hingga detik ini juga mereka masih menguasai lahan tersebut.

Ironisnya, diduga ada pejabat terkait, preman dan kepolisian maupun LSM yang menunggangi penguasan lahan ini, karena setiap kali pemilik ingin melihat lahan mereka ada saja orang-orang menghalangi pemilik lahan.

Anehnya, pihak Polresta Medan seperti tutup mata dan mengendapkan kasus ini diduga ada pihak dalam yang memback up kegiatan ‘pencurian’ lahan ini, karena posisi lahan sangat strategis untuk lokasi bisnis.

Laporan Rahmat ternyata jalan di tempat alias nol. Berdasarkan keterangan yang dihimpun salah seorang oknum siap ditembak kepalanya jika kasus ini dinaikan oleh kepolisian. Merasa kecewa pemilik lahan mengadu ke Media Center Kodam I/BB untuk mencari keadilan bagi dirinya.

“Kita kecewa dengan pihak Polresta Medan dengan kasus ini mereka seperti buta dan tuli dalam menyelesaikan kasus pencurian lahan saya. Apa apa sebenarnya? saya memiliki surat-surat yang sah secara yuridis yaitu Surat Perjanjian Pelepasan Penguasaan dan Ganti Rugi sesuai dengan No 593.83/158/SPPP-GR/MD/2008 tanggal 25 Maret 2008 yang dilegalisasi oleh Dra Edliaty sebagai Camat Medan Denai. Kenapa polisi tutup mata dengan kasus saya apa hukum di negeri sudah tidak ada lagi, saya kecewa dengan Polresta Medan yang tidak mampu menyelesaikan masalah ini,” kata Rahmat Mulia Hasibuan dalam keterangan persnya, kemarin.

Menurut Dam Hasonangan Harahap SH, salah seorang pengacara pelapor, sejak dibeli tanah milik kliennya belum dapat menempati dan memanfaatkan bidang tanah miliknya meskipun berulangkali meminta mengosongkan tanah tersebut.

Namun, para penggarap tidak mempedulikan. Bahkan, belakangan ini di atas lahan telah pancang plank bertuliskan TANAH INI MILIK ADLIN DAULAY sedang dalam pengawasan Polresta Medan.

“Aneh bukan plank Polrerta Medan ada di depan halaman mereka? ada apa ini? apa maksudnya? itupun oleh klien kami belum mendorong pihak kepolisian untuk menangani laporan tersebut secara serius dengan pertimbangan kemanusian dan untuk itu kami menegur pencuri tanah untuk sesegera mungkin mengosongkan lahan tersebut, karena mereka tidak memiliki kekuatan hukum menguasai lahan milik klien kami,” tegas Dam Hasonangan Harahap. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button