HeadlineIndeksKriminalitas

Bah!!! Istri Mantan Walikota Siantar Terlibat Penggelapan Uang?

MEDAN (bareskrim.com) | Penyidik Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Sumut, Selasa (1/3/2016), memeriksa Rusmiati Rumanna Boru Pardosi selaku istri mantan Walikota Siantar, Hulman Sitorus sebagai terlapor dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan atau ingkar janji (wanprestasi) pembayaran dana pinjaman kampanye sebesar Rp 1,1 miliar.

KEPALA BARESKRIMMantan Ketua Tim Penggerak PKK Pemko Siantar itu diperiksa penyidik mulai dari pukul 09.00 WIB hingga pukkul 11.30 WIB terkait laporan mantan Wakil Walikota Siantar, Koni Ismail Siregar dan istrinya, Hj Rini Annisa Boru Silalahi, Wakil Walikota Siantar.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Helfi Assegaf melalui Kasubbid Penmas, AKBP MP Nainggolan ketika dikonfirmasi membenarkan pemeriksaan istri mantan Walikota Siantar, Rusmiati Rumana Boru Pardosi.

“Iya, ada pemeriksaan istri mantan mantan walikota Siantar, namun statusnya masih sebagai saksi. Pemeriksaan Rusmiati Rumanna Boru Pardosi merupakan panggilan kedua setelah panggilan pertama tidak datang,” kata MP Nainggolan.

Diketahui, Hulman Sitorus dan istrinya Rusmiati Rumanna Boru Pardosi, warga Jalan Mual Nauli Kelurahan Siopat Suhu Kecamatan Siantar Timur Kota Pematangsiantar, dilaporkan Ketua Fraksi Golkar DPRD Siantar, Hj Rini Annisa Boru Silalahi selaku istri Koni Ismail Siregar sesuai Surat Tanda Terima Laporan Polisi No STTPL/1268/X/2015/SPKT III tanggal 22 Oktober 2015, Polda Sumut dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan serta ingkar janji (wanprestasi) terkait dana kampanye sebesar Rp1,1 miliar.

Dana pinjaman itu dengan jaminan surat tanah mertua Koni Ismail Siregar atau orangtua Hj Rini Annisa Boru Silalahi yang terletak di Desa Tigaras Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun.

Namun, setelah keduanya terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota (Hulman Sitorus-Koni Ismail Siregar) priode 2010-2015, hubungan keduanya hanya berjalan 6 bulan harmonis sehingga Hulman Sitorus tidak membayar hutang tersebut.

“Dana yang dipinjam dari seorang pengusaha dengan mengagunkan surat tanah di Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, bertujuan sebagai modal pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Walikota Pematangsiantar 2010 silam. Namun setelah menang Hulman Sitorus ternyata ingkar janji. Sementara pengusaha itu dari setahun lalu sudah meminta kami menebusnya,” ujar Koni Ismail Siregar kepada wartawan setelah membuat pengaduan ke polisi, beberapa waktu lalu sembari mengakui bahwa komitmen antara dirinya dan Hulman Sitorus pada saat itu hanya sebatas lisan.

Disebutkan, uang sebesar Rp1,1 Miliar itu ditransfer ke rekening istri Hulman, Rusmiati Rumanna Boru Pardosi nomor 0189769060 tertanggal 19 April 2010. (jul/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button