Ombudsman: Awasi Pelaksanaan UN

Gerakan sosial ini melibatkan Komunitas Turun Tangan Medan. Modelnya dilakukan dengan berbagai pola. Misalnya dapat berupa penyebaran selebaran ataupun sosialisasi kepada masyarakat untuk ikut aktif berpartisipasi mendorong penyelenggaraan UN yang jujur dan bermartabat.

Selain bekerjasama dalam pengawasan UN, Ombudsman Sumut juga membuka diri untuk bersama-sama dengan masyarakat dan anak-anak muda di Kota Medan dalam mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik di sektor lain, seperti kesehatan, pemerintahan, dan semua hal yang mencakup pelayanan publik.

Sementara Ketua Komunitas Turun Tangan Medan M Arsyad Siregar mengatakan, pihaknya ingin bermitra dengan Ombudsman RI dalam mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik di Kota Medan. Gerakan edukasi politik dan sosial, tujuannya mengajak anak-anak muda di Kota Medan untuk mau terlibat menjadi solusi dalam berbagai permasalahan yang ada di Kota Medan.

“Kita ingin melihat bagaimana bentuk pelayanan publik itu terhadap masyarakat, apa saja yang dikeluhkan masyarakat terhadap pelayanan publik yang ada di Kota Medan,” katanya.

Sekarang ini, lanjutnya, banyak sekali permasalahan maladministrasi. “Sayangnya anak-anak muda di Kota Medan khususnya masyarakat bawah belum tahu banyak tentang tentang Ombudsman. Apa fungsinya, bagaimana mekanisme pelaporannya. Maka kita hadir untuk menyosialisasikan Ombudsman RI sekaligus bermitra dalam megawasi pelayanan publik di Kota Medan,” imbuhnya.

Menurut Arsyad, maladministrasi merupakan awal terjadinya berbagai macam kecurangan. Seperti tindak pidana korupsi, pungli dan sebagainya. Oleh karena itu, sangat perlu dilakukan pengawasan berbagai pelanggaran tersebut mulai dari pangkalnya. Sehingga ketika pengawasan publik sudah berjalan dengan baik, maka Kota Medan akan jadi lebih baik pula. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *