Ombudsman Temukan Pengawas dan Peserta Bawa HP ke Ruang Ujian

MEDAN (bareskrim.com) | Pengawasan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2016 di Sumatera Utara belum sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterbitkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ini terindikasi dari banyaknya pengawas dan peserta ujian membawa handphone ke dalam ruang ujian.

KEPALA BARESKRIMLonggarnya pengawasan UN tersebut terlihat dari hasil pengawasan yang dilakukan Ombudsman RI Perwakilan Sumut di sejumlah sekolah di Sumut sejak hari pertama dan hari kedua pelaksanaan ujian, baik itu Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Paper Based Test (PBT) tau Ujian Nasional dengan Kertas.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar mengatakan, sejak hari pertama pelaksanaan UN tingkat SMA sederajat, pihaknya melakukan pengawasan di delapan sekolah, yaitu empat sekolah di Medan (SMAN 1, SMAN 2, SMAN 4, SMAN 12), dua sekolah di Binjai (SMAN 1, SMAN 7) dan dua sekolah di Kabupaten Deli Serdang (SMAN 1, SMAN 2).

Dari pengawasan tersebut, pihaknya menemukan banyak pelanggaran POS UN yang dilakukan baik oleh pihak sekolah, pengawas maupun peserta ujian. Pelanggaran tersebut cukup beragam, mulai dari ditemukannya kertas yang diduga kunci jawaban hingga pengawas dan peserta ujian yang membawa handphone ke dalam ruang ujian.

Padahal, dalam POS UN jelas ditegaskan bahwa pengawas dan peserta ujian dilarang membawa alat komunikasi ke dalam ruang ujian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *