Menyoal Status Lapangan Merdeka

Ombudsman akan Surati Pemko Medan

MEDAN (bareskrim.com) | Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) akan menyurati Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk meminta klarifikasi status dan fungsi Lapangan Merdeka Medan.

KEPALA BARESKRIMKepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Kota Medan, bahwa Lapangan Merdeka sebagai sebuah situs sejarah dan area publik sudah berubah fungsi.

Lapangan Merdeka kini seolah diperebutkan untuk kepentingan kelompok tertentu sehingga mengubah fungsi, mengaburkan nilai historis dan mengurangi luas lahan lapangan.

Hal itu dapat dilihat dari beberapa bangunan yang berdiri kokoh di lapangan tersebut. Ada lima spot yang diambil untuk bangunan. Kelimanya adalah pusat kuliner Merdeka Walk, kantor polisi, UPT Dinas Pertamanan, UPT Dinas Pariwisata dan tempat parkir yang dibangun dengan permanen.

Akibat pembangunan sejumlah bangunan tersebut, Lapangan Merdeka yang semula memiliki luas 4,8 hektar, kini hanya tinggal 2,6 hektar.

“Kita sudah menggali informasi dari pelapor dan meninjau langsung lokasi. Memang sudah berdiri bangunan permanen di Lapangan Merdeka,” kata Abyadi usai meninjau Lapangan Merdeka Medan bersama asisten Ombudsman RI, Tety Silaen dan Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Kota Medan, yakni Meuthia Fadila, Miduk Hutabarat dan Burhan Batubara, (1/6/2016).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *