Ayo Makmurkan Masjid

Oleh: Junaidi

Diantara target Ramadhan adalah dalam rangka memakmurkan masjid. Artinya di samping masjid menjadi makmur ketika bulan ramadhan, maka diharapkan juga di luar Ramadhan masjid tetap makmur seperti ketika bulan Ramadhan.

Diantara ciri orang yang beriman adalah mampu memakmurkan masjid. Hal ini disampaikan Allah dalam surat At-Taubah ayat 18 yang artinya Sesungguhnya yang mampu memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada-Nya dan hari kemudian, serta tetap mendirikan solat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang yang mendapat petunjuk.

Firman Allah di atas memberikan pelajaran kepada kita bahwa tolok ukur seseorang bisa digolongkan sebagai orang yang beriman adalah tatkala ia mampu memakmurkan masjid Allah SWT.

Seseorang tidak berhak mengatakan dirinya beriman sebelum dia mampu memakmurkan masjid Allah. Oleh sebab itu, ustadz yang tidak ikut memakmurkan masjid maka disebut sebagai ustadz yang tidak beriman, seorang haji yang tidak memakmurkan masjid disebut sebagai haji yang tak beriman dan ulama yang tidak memakmurkan masjid juga disebut sebagai ulama yang tidak beriman.

Sebagai orang yang beragama Islam, seharusnya kita memiliki perhatian dan cinta yang besar kepada masjid sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Kecintaan kepada masjid akan membuat kita memiliki rasa tanggung jawab untuk memakmurkan masjid. Rasa cinta kepada masjid ini bisa kita wujudkan sebagaimana kalau kita cinta kepada seseorang ataupun sesuatu.

Perwujudan cinta kepada masjid bisa ditempuh dengan cara memakmurkan masjid. Ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk memakmurkan masjid.

Pertama: Selalu merasa rindu kepada masjid. Rasa cinta seseorang kepada sesuatu biasanya membuat orang tersebut merindukannya. Karena memang hatinya sudah terikat dan terpaut kepadanya. Karena itu kecintaaan kita kepada masjid hendaknya membuat hati kita terpaut kepadanya sejak kita keluar dari masjid sampai kita kembali lagi ke masjid. Bilamana seseorang telah terpaut hatinya kepada masjid maka dia akan menjadi salah satu orang yang menddapat naungan di sisi Allah SWT.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwaytkan Bukhari dan Muslim yang artinya: Ada tujuh golonan yang akan dinaungi Allah yang pada hari itu tidak ada naungan selain naungan Allah SWT yaitu seorang pemuda yang terpaut hatinya kepada masjid.

Ketika hati seseorang telah memiliki rasa cinta dan telah terpaut hatinya kepada majid, Insya Allah perwujudan dan pembinaan diri yang dilakukan dalam rangka memakmurkan masjid akan memberikan pengaruh yang sangat besar terhdp perilakunya di luar masjid.

Kedua: Rajin Mendatangi Masjid. Khusus kepada kaum laki-laki diharapkan untuk mendatangi masjid untuk menjalankan solat lima waktu yang lebih utama dikerjakan secara berjamaah di masjid.

Datangnya seorang muslim ke masjid untuk memakmurkannya, maka tidak diragukan lagi keimanannya. Sebagaiman sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu Said Al-Khudri yang artinya Apabila kamu melihat seseorang yang biasa ke masjid maka saksikanlah bahwa dia benar-benar beriman.

Ketiga: Menghormati Masjid. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan penghormatan kita kepada masjid. Pertama: Melaksanakan sholat dua rakaat setiap memasuki masjid yang biasa dikenal dengan solat tahiyyatul masjid. Kedua: Membersihkan dan menjaga masjid.

Kecintaan kita kepada masjid juga harus kita tunjukkan dengan cara menjaga masjid agar terpelihara fungsi dan kegunaannya. Sebagai umat Islam kita sangat dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan menjaga masjid terutama di setiap ruangan ibadah, termasuk di ruangan tempat wudhu agar selalu terjaga dan mengeluarkan aroma yang segar dan membuang segala kotoran yang ada dalam masjid, karena membersihkan masjid akan mendapatkan balasan dari Allah SWT.

Keempat: Bersedia berkorban Untuk Masjid. Setelah masjid didirikan, masjid didirikan, masjid perlu dibina dan dikembangkan agar tetap berfungsi sebagai tempat ibadah, menyebarkan dakwah dan pendidikan. Untuk memakmurkan masjid sebagaimana yang dikehendaki, diperlukan pengorbanan yang sangat besar, baik harta, tenaga, waktu dan keterampilan seseorang guna mengagungkan rumah Allah SWT ini.

Masalah umat Islam hari ini adalah berlomba-lomba dalam membangun dan memperindah serta memperbesar masjid tapi tidak mau dan tidak mampu berkorban untuk kemakmuran masjid. (Dosen UMSU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *