Martabat Peradilan Makin Terpuruk

JAKARTA (bareskrim.com) | Pengadilan rawan suap dan aparatnya tak kunjung jera melakukan perbuatan yang merendahkan martabat peradilan.

KEPALA BARESKRIMSampai saat ini, sudah belasan orang aparat pengadilan (hakim-nonhakim) yang sudah ditangkap tangan oleh KPK, karena diduga menerima suap berkaitan dengan penanganan perkara.

Padahal, jarak waktu antara satu kasus dengan kasus lainnya masih dalam hitungan hari. Begitupun, ternyata semua kejadian penangkapan dari beberapa kasus sebelumnya tidak cukup berarti memiliki efek jera bagi para pelaku yg terlibat dugaan suap, mereka sudah gelap mata.

Para pelaku seperti tidak jera untuk terus merendahkan martabat peradilan yang sudah begitu terpuruk. Sepertinya bagi para pelaku yang terdahulu ditangkap dan diproses hukum tak lebih dari sekadar ketiban sial saja?

Dijadikan tersangka dan duduk sebagai pesakitan serta tidur dalam sel tahanan cuma risiko biasa. Ekses operasi tangkap tangan (OTT) oknum hakim dan aparat pengadilan seolah menggambarkan praktik suap di pengadilan adl sesuatu yang sulit untuk dibantah.

Bahkan semakin menegasikan lembaga peradilan masih menjadi salah satu tempat tumbuh suburnya praktek suap. Bermodal kekuasaan sebagai wakil tuhan dan mahkota independensi/kemandirian lembaga peradilan, membuat tak sedikit oknum hakim dan aparat pengadilan dapat melakukan apa saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *