Hutan Bumi Tapanuli Menyimpan Beragam Destinasi Wisata

MEDAN (bareskrim.com) | Dalam beberapa bulan belakangan nama Sumatera Utara (Sumut) kini menjadi sorotan penting dalam kinerja pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

KEPALA BARESKRIMSejumlah program peningkatan perekonomian, jalur infrastruktur jalan, sampai dengan dukungan destinasi wisata menjadi fokus kinerja pemerintahan saat ini.

Terlebih dukungan terhadap keberadaan Danau Toba di Tapanuli yang diprogram dalam kemasan sebagai Monaco Of Asia.

Untuk mendukung percepatan program tersebut, diperlukan kerjasama dan koordiniasi yang matang dari berbagai pihak. Meskipun pemerintah telah membentuk Badan Otorita Danau Toba (BODT), namun dukungan tersebut tidak hanya dari pemerintah semata, namun dukungan juga diharapkan datang dari berbagai instansi termasuk swasta, dan tentunya masyarakat Tapanuli.

Konsep dari pencanangan destinasi wisata Danau Toba sebagai Monaco Of Asia, diwacanakan juga meliputi kondisi alam dan ekologi di sekitar wilayah kawasan Danau Toba. Sehingga tidak menutup kemungkinan program kerja BODT juga akan berdampingan dengan wilayah dan instansi yang ada. Misal Dinas Kehutanan, Badan Lingkungan hidup, sampai dengan perusahaan swasta yang ada di Tapanuli.

Tidak dapat dipungkiri bumi Tapanuli memang telah dikenal sebagai wilayah dengan panorama khas Danau Toba. Namun siapa yang menyangka kalau danau yang berada di tujuh kabupaten di tanah Tapanuli ini, juga memiliki wilayah destinasi wisata hutan yang indah dengan beragam jenis konservasi hutan dan satwa.

Uniknya lagi wisata hutan Tapanuli telah dapat dilalui dengan dukungan infrastruktur jalan yang ditata dengan pengelolaan yang berkesinabungan. Sehingga dengan demikian para wisatawan baik lokal maupun mancanegara, dapat berpetualang ke wilayah Tapanuli dengan berbagai pilihan wisata, mulai dari panorama indahnya Danau Toba, kuliner khas daerah, sampai kepada wisata menyusuri hutan tanaman industri (HTI) yang bersebelahan dengan keberadaan hutan konservasi.

Dan tentunya bagi para wisatawan lokal maupun manca negara, menyusuri dan berpetualang di kawasan hutan HTI dan Konservasi hutan Tapanuli, dapat dikategorikan menjadi pilihan wisata baru dikawasan Danau Toba.

Saat ini, satu dari sejumlah pihak swasta yang telah dengan nyata mendukung program Danau Toba Monaco Of Asia adalah PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TobaPulp). Perusahaan penghasil bubur kertas dengan bahan baku pohon Eucalyptus ini memiliki konsep HTI dengan sistem penanaman hutan berkesinambungan (Sustainable).

Sebagai perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) melalui paradigma baru, TobaPulp menerapkan enviroment friendly bagi siapa saja yang ingin melihat, menyaksikan dan mengetahui aktivitas perusahaan baik disektor HTI maupun pembibitan (Nursery) dan produksi pulp dipabrik, kawasan Pelestarian Plasma Nutfha (KPPN), Sepadan Sungai Sebagai Obyek Wisata.

Direktur TobaPulp, Juanda Panjaitan mengungkapkan pihaknya selalu mendukung program apapun yang dijalankan pemerintah, apalagi dalam hal memajukan destinasi wisata diseputaran Danau Toba menuju Monaco Of Asia.

Bahkan dalam sebuah kesempatan (kunjungan Presiden Jokowi ke Tapanuli, 4 Maret 2016), Juanda mengungkapkan, program pembangunan destinasi wisata Danau Toba yang dicanangkan pemerintahan Jokowi-JK wajib didukung bersama, termasuk pihak TobaPulp.

“TobaPulp tetap selalu mendukung program memajukan Danau Toba, dan tidak mungkin melakukan pengrusakan ekosistem yang ada, karena TobaPulp adalah bagian dari Danau Toba dalam menjaga ekosistem hutan dan alam, yang juga ikut berperan dalam membangunnya,” ungkap Juanda Panjaitan, baru-baru ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *