HeadlineIndeksPolitik

Komisi D DPRD Sumut Saksikan Pengelola Limbah TobaPulp

Menurut Nezar, pihaknya melakukan kunjungan kerja ke TobaPulp buka ingin menginvestigasi masalah CSR, tapal batas ataupun ketenagakerjaan di perusahaan, melainkan untuk mencari informasi seputar pengelolaan lingkungan TobaPulp.

Informasi seputar operasional sudah diterima, namun wakil rakyat Sumut ini mengingatkan kembali, agar TobaPulp dalam menjalankan bisnisnya harus mengutamakan kepedulian lingkungan sesuai amanat Undang-undang dan peraturan yang telah ada di Indonesia.

“Disini kami akan memantau dan mengawasi limbah yang dihasilkan TobaPulp setelah dilakukan analisa pemeriksaan oleh Kementerian Lingkungan melalui Badan Lingkungan Hidup yang notabene lebih mengetahuinya,” jelas Nezar.

Setelah memperoleh informasi dan menyaksikan langsung pengelolaan limbah TobaPulp, Komisi D DPRD Sumut menilai, operasional TobaPulp dalam mengelola limbah telah memiliki legalitas sesuai aturan baik dari Kementerian Lingkungan Hidup maupun Badan Lingkungan Hidup Provinsi dan Kabupaten.

Bahkan, Nezar secara pribadi mengungkapkan, pengelolaan limbah yang akan berdampak pada pencemaran lingkungan terbilang bertaraf internasional. “Saya mengatakan ini bukan berarti ada dikasih apa-apa dari TobaPulp, melain berdiri netral yang telah menyaksikan secara fisik penataan limbahnya yang telah sesuai aturan dan berstandar internasional,” ucap Nezar.

Nezar menyikapi isu pencemaran air Danau Toba yang dituduhkan ke TobaPulp, dengan mengatakan, itu tidak mungkin. “Seperti diketahui kontur tanah di TobaPulp lebih rendah dibandingkan Danau Toba dengan gambaran 9,02 TobaPulp dan 9,05 Danau Toba. Secara logika mana mungkin air mengalir ke atas, yang pastinya air mengalir ke bawah. Kita dapat informasi bahwa air limbah TobaPulp dibuang ke Sungai Asahan,” katanya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close