Kapolri: Tak Ada Operasi Intelijen di Sumut

MEDAN (bareskrim.com) | Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian membantah adanya gerakan intelijen yang mengendalikan kerusuhan dan pembakaran sejumlah rumah Ibadah di Jalan Asahan, Tanjung Balai dan Kabupaten Karo yang menewaskan satu orang warga.

KEPALA BARESKRIM“Jangan berspekulasi dengan kejadian tersebut, tidak ada operasi intelijen di Sumut. Kejadian itu murni karena ada salah paham antara satu dengan yang lainnya,” ujar Tito kepada awak media usai melakukan pertemuan dengan pihak forum kerukunan umat beragama (FKUB), di Mapolda, (30/7/2016).

Sebab, lanjut dia, Meliana (41) warga Jalan Karya Kelurahan TB Kota I Kecamatan Tanjungbalai Selatan Kota Tanjungbalai, Sumut, yang menegur seorang Nazir Masjid Almakshum di Jalan Karya untuk mengecilkan volume mikrophon yang ada di masjid tersebut tidak berniat untuk melakukan pelecehan, seperti yang banyak beredar di media sosial saat ini termasuk postingan gambar-gambar.

“Kedua orang ini (Meliana dan Nazir Masjid) bertetangga dan tidak ada maksud apapun dibalik itu. Namun terjadi kesalahpahaman di antara keduanya,” sebutnya.

Meski begitu, sambung dia, saat ini pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi yang diduga mengetahui terjadinya kerusuhan tersebut.

Kapolri bahkan mengapresiasi adanya gerakan cepat dari para tokoh agama khususnya FKUB Sumut, yang langsung melakukan pertemuan membahas antisipasi dan langkah untuk meredam agar kerusuhan tidak sempat meluas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *