Reshuffle Jilid 2 Tidak Pro-Rakyat

Catatan: Padian Adi S Siregar

PRESIDEN Joko Widodo telah melakukan perombakan kabinet jilid 2 terhadap 12 menteri, (27/7/2016).

Presiden menyatakan perombakan kabinet jilid 2 untuk menjawab tantangan global yang cepat dan berubah-rubah, sehingga menteri baru bertindak langsung dirasakan dan dinikmati rakyat.

Selain itu, kekompakan menjadi poin penting untuk diperhatikan oleh menteri sejalan dengan visi misi presiden dan wakil presiden.

Setidaknya ada dua menteri baru yang dilantik mendapat perhatian serius dan diragukan lebih baik dibandingkan menteri lama, yaitu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Karena menteri lama dianggap memiliki kinerja baik selama menjabat dan lebih kompeten dilihat dari ‘track record-nya’ sebelum jadi menteri.

Berkaca dari kasus salah mendarat pesawat Lion Air di Bandara Soetta dan macet parah Tol Brexit menjadi satu alasan mengapa Menhub Budi Karya Sumadi dianggap tidak lebih baik dari Ignasius Jonan.

Menhub lama Ignasius Jonan dianggap lebih kompeten dan menguasai permasalahan perhubungan darat saja belum mampu mengatasi kemacetan parah di jalur pulau Jawa, konon Menhub baru Budi Karya Sumadi mantan Dirut Angkasa Pura II dianggap gagal mengatasi persoalan pelayanan bandara yang buruk selama ini.

Menhub Budi Karya Sumadi nyaris tidak terdengar memiliki prestasi selama menjabat sebagai Dirut Angkasa Pura II berbeda dengan Ignasius Jonan yang dianggap berhasil ketika memimpin PT. Kereta Api dan berkinerja baik selama menjabat minus gagal mengatasi kemacetan parah Tol Brexit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *