Bandar Togel di Siantar Ditangkapi

MEDAN (bareskrim.com) | Petugas Unit VC Subdit III Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut menangkap 4 pelaku judi jenis toto gelap (Togel) dari Kantor Organisasi Karya Pemuda (OKP) FKPPI Kecamatan Siantar Jalan Mahoni Raya Perumnas Baru IV Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun, (22/8/2016).

KEPALA BARESKRIMKepada awak media di Mapolda Sumut, (23/8/2016), Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Nur Fallah melalui Kasubdit III Jahtanras, AKBP Faisal F Napitupulu didampingi Kanit VC, Kompol Anggoro Wicaksono mengatakan, satu dari keempat tersangka yang diamankan dan berperan sebagai bandar yaitu ALS (49) warga Jalan Manggis III Nagori Sitalasari Perumnas Batu IV Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun.

Sementara, sambungnya, ketiga tersangka lainnya yaitu perekap berinisial, EWH (19), warga Jalan Jeruk II Kelurahan Sitalasari Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun, pelaksana antar-jemput omset, MIN (35) warga Jalan Afdeling IX Desa Bahjambi Kecamatan Jawamaraja Kabupaten Simalungun dan operator komputer ARL (27) warga Jalan Jeruk Raya Perumnas Batu VI Desa Sitalasari Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun.

“Penangkapan para tersangka dilakukan setelah kami mendapatkan informasi dari masyarakat. Dari hasil pemeriksaan, diketahui ALS merupakan bandar judi togel dan Wakil Ketua OKP, di Kabupaten Simalungun. Saat ini, ke 4 tersangka masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolda,” sebutnya.

Kanit VC, Kompol Anggoro Wicaksono menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat, pihaknya melakukan penyelidikan ke lokasi. Saat melakukan penangkapan, akunya, para tersangka sedang melakukan aktifitas judi togel dengan menerima dan merekap pesanan nomor.

“Dari penangkapan itu, kami menyita barang bukti 1 unit CPU dan mouse komputer beserta monitornya, 1 unit printer, 2 unit telepon seluler, 3 pulpen, 3 unit kalkulator, 7 lembar kertas omset rekapan togel tanggal 22 Agustus 2016, serta 17 lembar potongan kertas pasangan nomor togel,” tambahnya.

Selain melakukan penahanan terhadap para tersangka, pihaknya juga melakukan pengembangan penyidikan untuk mengetahui jaringan tersangka. Ditegaskan, para tersangka dijerat dengan Pasal 303 Ayat (1) 1e dan ke 2e KUHPidana, tentang tindak pidana perjudian. (mri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *