Jurubicara: KY Terima 1092 Laporan, 28 Hakim Terlapor Dijatuhi Sanksi

JAKARTA (bareskrim.com) | Jurubicara Komisi Yudisial (KY), Dr Farid Wajdi SH MHum mengungkapkan, pada Januari hingga 31 Agustus 2016, KY menerima 1.092 laporan masyarakat dan 1.257 surat tembusan.

logo bareskrim, logo bareskrimcom, logo online bareskrim, bareskrim“Jumlah ini hampir sama dengan laporan masyarakat yang diterima pada Januari-31 Agustus 2015, yakni 1.052 laporan dan 1.242 surat tembusan. Untuk jenis perkara yang banyak diadukan dalam laporan masyarakat adalah perdata (49%), pidana (29%), tata usaha negara (8%) dan tindak pidana korupsi (7%), agama (3%) dan pengadilan hubungan industrial (3%),” papar Farid Wajdi, dalam siaran pers yang diterima Minggu (18/9/2016).

Mantan Dekan Fakultas Hukum UMSU ini menambahkan, perkara perdata dan pidana menempati urutan teratas berdasarkan jenis perkara yang dilaporkan. “Bahwa tingkat laporan yang tinggi berasal dari Pengadilan Negeri Kelas 1A yang kompleksitas perkaranya tinggi dan sensitif,” ujarnya.

Sementara jenis perkara Tipikor, hanya berjumlah 7% dari total laporan masyarakat yang masuk, tapi jumlah laporan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. “Pada periode Januari-31 Agustus 2015, rekapitulasi penerimaan perkara Tipikor yang dilaporkan hanya berjumlah 17,” ucap Farid Wajdi.

Sementara periode Januari sampai 31 Agustus 2016 berjumlah 74 laporan, yang berasal dari pelapor (60,8%), lembaga swadaya masyarakat (29,7%), informasi (5,4%) dan penghubung (4%). Berdasarkan lokasi aduan, lima Provinsi terbanyak melaporkan dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) adalah DKI Jakarta (20,6%), Jawa Timur (10,53%), Sumatera Utara (9,52%), Jawa Barat (8,33%) dan Jawa Tengah (5,49).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *