Kapolrestabes Klaim Tingkat Kejahatan di Medan Sudah Mengecil

MEDAN (bareskrim.com) | Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolrestabes) Medan Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) H Mardiaz Kusin Dwihananto mengklaim saat ini angka kejahatan di wilayah hukum Polresta Medan yang kini telah berubah statusnya menjadi Polrestabes sejak 23 September 2016, sudah semakin kecil.

logo bareskrim, logo bareskrimcom, logo online bareskrim, bareskrimHal tersebut disampaikannya di Pendopo Lapangan Merdeka Medan kepada wartawan usai acara pengukuhan status Polrestabes yang dipimpinnya, Senin (3/10/2016).

“Kalau kita lihat jumlah kejahatan di Kota Medan ini sudah sangat kecil, hanya 35 kasus, itu pun tertinggi untuk jambret,” ungkap Kapolrestabes.

Tapi, sambungnya, karena korban jambret kebanyakan ibu-ibu dan tak bisa melawan, akhirnya terjadi tindakan yang mengakibatkan meninggal dunia,” terang mantan Wadir Krimsus Polda Sumut ini.

Lebih lanjut alumni Akpol tahun 1993 ini menggambarkan bahwa untuk setahun terakhir, angka kejahatan mencekam tergolong tidak ada.

“Perampokan bank tak ada, pembobolan ATM juga tak ada, toko emas juga tak ada. Itu karena kita sudah bisa tempatkan anggota kita di mana-mana. Tapi kalau masalah jambret tadi, itu masalah silap mata saja,” kata Mardiaz.

Dia menambahkan, selama ini pihaknya terus berupaya maksimal dalam memanajerial sumber daya manusia (SDM) di Polrestabes. “Kalau masyarakat minta setiap 10 meter ada personel kami, itu berat sekali. Yang jelas kami bagaimana memenej SDM punya saya,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *