Dua Prajurit TNI AU Lanud Soewondo Ditetapkan Jadi Tersangka Pemukulan Jurnalis

MEDAN (bareskrim.com) | Kekerasan jurnalis yang terjadi dalam sengketa Sari Rejo Medan Polonia oleh prajurit TNI AU, akhirnya menemukan titik terang.

logo bareskrim, logo bareskrimcom, logo online bareskrim, bareskrimDalam peristiwa bentrok antar warga Sari Rejo dengan pasukan TNI AU Lanud Soewondo itu, Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU) menetapkan dua orang tersangka.

Komandan Satuan POM AU Lanud Soewondo, Mayor Nicolas Sinaga mengatakan, dua orang oknum TNI AU yang ditetapkan sebagai tersangka telah ditahan. Mereka merupakan tersangka yang melakukan tindak penganiayaan terhadap seorang Jurnalis bernama Array A Argus.

“Sudah ada dua orang tersangka yang kita tahan. Namun, kami belum dapat memberitahu identitas kedua tersangka. Kalau sudah ada petunjuk dari atasan baru kita buka identitasnya,” kata Nicolas di Markas Lanud Soewondo, (19/10/2016).

Disinggung perkembangan kasus pelaporan jurnalis lainnya, Sinaga mengaku masih dalam proses. Dirinya tidak dapat secara terbuka mengungkapkan progres dari penyelidikan dan penyidikan yang dikerjakan.

Dirinya juga membantah tudingan bahwa POM AU tidak serius dalam menangani kasus kekerasan ini. “Tidak ada yang tidak diproses. Kita mau semuanya cepat selesai. Biarlah kami bekerja dahulu,” ungkapnya.

Pada (19/10/2016), Array A Argus dan Teddy Akbari (Harian Sumut Pos) memenuhi pemanggilan penyidik Satuan POM AU Lanud Soewondo, guna didegar keterangannya sebagai saksi dalam perkara sebagaimana diatur dalam pasal 18 ayat 1 Undang-undang No 40 tahun 1991, pasap 351 KUHP jo pasal 170 KUHP yang diduga dilakukan oleh anggota TNI AU pada Senin, 15 Agustus 2016.

Saat memenuhi panggilan, kedua korban didampingi kuasa hukum dari LBH Medan, Aidil Aditya, Armada Sihite dan Marganda Sitorus. Selain itu, hadir juga perwakilan dari Tim Advokasi Pers Sumut dan pimpinan Tribun Medan.

Kuasa Hukum Tim Advokasi Sumut, Aidil Aditya mengatakan, Tim Advokasi Pers Sumut mengapresiasi telah ditetapkannya dua orang tersangka pelaku kekerasan fisik terhadap jurnalis Array. Namun, pihaknya mengharapkan penyidik menyampaikan perkembangan itu dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan.

Ia juga meminta penyidik mencurahkan perhatian yang sama untuk empat laporan wartawan lain yang dihalang-halangi saat meliput oleh oknum TNI dan pelecehan seksual serta kekerasan fisik saat meliput di Sari Rejo.

“Kasus yang menimpa Array seharusnya segera bisa disidangkan. Sementara kasus yang lain masih dalam penyelidikan. Tapi, inipun kami masih belum jelas penyelidikannya sudah sampai mana,” ujarnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *