HeadlineIndeksKriminalitas

18 TKA tak Miliki KITAS Diamankan Polda Sumut

MEDAN (bareskrim.com) | Petugas Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumut mengamankan 18 pekerja asing asal Tiongkok di lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Desa Tanjungpasir Kecamatan Pangkalansusu Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

logo bareskrim, logo bareskrimcom, logo online bareskrim, bareskrimDari 18 yang diamankan, 15 orang di antaranya tidak memiliki izin tertulis berupa kartu izin tinggal sementara (KITAS) dan izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA).

Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Toga Habinsaran Panjaitan didampingi Kasubdit IV Tipidter, AKBP Robin Simatupang kepada awak media mengatakan, para pekerja ini berasal dari tiga perusahaan penyalur yaitu, PT Sinohydro Erection, PT Indo Pusat Bumi dan PT Hebei Jiankan Indonesia.

“Dari ketiga perusahaan penyalur ini totalnya 18 orang. Jadi setiap perusahaan ada 6 tenaga kerja asing yang mereka salurkan ke proyek PLTU ini,” terangnya, (15/11/2016).

Delapanbelas orang yang diamankan, kata Toga yakni, dari PT Sinohydro Erection ada 6 orang yaitu, Liu Zhibin (63), Si Chao (36), Yang Junle (32), Lin Wei Wei (31), Ding Xian Qun (46) dan Zhao Guangjun (33).

Enam orang lainnya dari PT Indo Pusat Bumi masing-masing, Lie Cing Sheng (54), Shi Hua Jun (43), Liu Jing Feng (54), Li Wen Jung (60), Guo Hai Yuan (38), dan Li Yu Zhu (51).

“Lalu 6 orang lagi dari PT Hebei Jiankan Indonesia yaitu, Hu Peng (33), Li Pengfei (23), Liang Libo (33), Xu Lianwei (34), Zhang Cong (25) dan Zhang Meng (28) yang semuanya berasal dari Tiongkok,” ujar Toga.

Dikatakan, tenaga kerja asing ini umumnya dipekerjakan sebagai “buruh kasar” di bagian konstruksi. Dari hasil penyelidikan sementara, para pekerja asing ini sudah tinggal selama 2 sampai 3 bulan lamanya di Langkat.

Sementara, Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Poldasu, AKBP Robin Simatupang mengatakan, para pekerja ini rata-rata tidak dilengkapi dengan dokumen kerja di Indonesia. Pihaknya juga saat ini telah melakukan koordinasi dengan pihak Imigrasi dan Disnakertrans terkait masalah ini.

“Setelah mereka (pekerja asing) kita lakukan pemeriksaan kemudian kita serahkan ke pihak Imigrasi. Sebab yang punya wewenang kan mereka,” ucapnya.

Atas kejadian ini, tambah Robin para pekerja asing dipersangkakan melanggar Pasal 42 Ayat (1) dan atau Pasal 185 Undang-Undang (UU) RI Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Pasal 19 Ayat 1 dan atau Ayat (2) Pasal 55 UU RI Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan atau Pasal 122 huruf a dan b UU RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. (mri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button