HeadlineIndeksPolitik

Nama Baik RE Nainggolan Tercemar di Facebook

MEDAN (bareskrim.com) | Kuasa Hukum Dr Rustam Efendy (RE) Nainggolan, Ojak Nainggolan bersama ‘Sahabat RE Nainggolan’ membuat pengaduan ke Mapolda Sumut atas dugaan pencemaran nama baik di media sosial (medsos) facebook.

logo bareskrim, logo bareskrimcom, logo online bareskrim, bareskrimPostingan pemilik akun dengan inisial BS sejak 8 Desember 2016 di facebook dinilai telah merugikan nama baik tokoh masyarakat sumut tersebut.

Pengaduan tersebut telah diterima Polda Sumut dengan nomor LP/1623/XII/2016/SPKT tanggal 13 Desember 2016.

Dalam siaran persnya yang diterima, Rabu (14/12/2016), Ojak Nainggolan SH MH menjelaskan, pengaduan tersebut dilayangkan karena Dr Rustam Effendy Nainggolan sebagai kliennya dirugikan dengn postingan BS di akun facebooknya dan juga dimuat di blog milik BS di www.benardosinambela.id.

“Selain mencemarkan nama baik palapor, postingan terlapor juga ada mengajak agar pengguna facebook lainnya menyebarkan postingan yang juga menurut kami memuat hasutan perpecahan dalam salah satu suku, suku Batak,” ujarnya.

Disampaikannya, dalam postingan tersebut terlapor menyebutkan sosok yang dimaksud adalah pernah menjabat sebagai Bupati Tapanuli Utara, pernah menerima dana CSR (coorparate Social Responsibility) dari dari salah satu perusahaan pulp, pernah ditodong senjata oleh mafia karena lobi-lobi proyek dan banyak fitnah lainnya.

“Bahkan disebutkan bahwa RE Nainggolan sekte agamanya yang melarang penggunaan ulos, dan fitnah lainnya. Sehingga kami melaporkan terlapor telah melanggar UU ITE,” ujar Ojak didampingi para Sahabat RE diantaranya Ronald Naibaho, MSi, Gelmok Samosir, Vivico Nainggolan, Jadi Pane SPd, Toga, Adol F Rumaijuk STP, Indra Simamora, Yusra, Jhonson Rajagukguk, Raymon Sitohang, Marlon Nainggolan, Sahat Siregar dan yang lainnya.

Dalam postingannya, BS juga menyebutkan sosok RE Nainggolan adalah ‘ular berkepala dua’. “Seorang yang lahir sebagai orang Batak tetapi anti Adat Batak, dia ini seperti ular berkepala 2, dia tidak konsisten sama sekali, sekte agama yang dianutnya jelas menolak adat-istiadat dan segala simbol-simbolnya, tetapi untuk kepentingan politik dia tidak masalah jika di Ulosi di acara-acara kebaktian atau adat,” tulis BS dalam postingannya.

Untuk itu, Ojak berharap pengaduan yang telah disampaikan ke Mapoldasu, akan segera ditindak lanjuti. Pasalnya, terlapor juga masih terus memosting hal-hal yang mendiskritkan korbannya.

Senada juga disampaikan Jadi Pane,SPd yang menjadi pelapor mewakili ‘Sahabat RE’ postingan terlapor sudah merugikan pihaknya. Meski belum dihitung kerugian secara materil, namun secara moril nama baik Dr RE Nainggolan MM perlu diperbaiki dari ulah orang-orang yang tidak bertanggungjawab. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button