Polda Sumut Grebek Lokalisasi Judi Tembak Ikan di Siantar

MEDAN (bareskrim.com) | Petugas Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut gerebek praktik judi mesin tembak ikan ‘Gemes Zones’ yang berlokasi di Jalan Tanahjawa No 84, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar pada (21/03/2017).

logo bareskrim, logo bareskrimcom, logo online bareskrim, bareskrimDari penggrebekan ini, petugas polisi mengamankan sembilan orang yang ditetapkan sebagai tersangka.usai diperiksa oleh penyidik.

Kesembilan tersangka tersebut adalah, Syahchir Simanjuntak (pemilik), Suci Safitri (kasir), Fatimah Anggraini (kasir), Muhammad Yunan Matondang (penukar voucher), Muhammad Imbalo Siregar (perantara penukar voucher), Jhon Siahaan (pemain), Awe (pemain), Akhiruddin (pemain) dan Redunan Fendi Djudin (teknisi usaha perjudian).

Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Florentinus Napitupulu dalam pemaparannya mengatakan, lokasi judi ini sudah diintai pihaknya selama tiga bulan terakhir.

“Ada sekitar tiga bulan kami melakukan penyelidikan, karena kami harus menemukan unsur perjudiannya terlebih dahulu. Tidak sembarangan. Jadi begitu kami temukan ada unsur perjudian, kami langsung melakukan penggerebekan,” sebut Faisal.

Dia menuturkan, modus operandi yang dilakukan, pemain membeli poin seharga Rp100 ribu terlebih dahulu dengan mendapatkan 10 ribu poin.

“Pemain kemudian menukarkan poin di mesin setelah poin berjumlah 10 ribu. Pemain lalu menukar poin di mesin berupa voucher dalam bentuk rokok dan rokok ditukar dengan uang tunai berjumlah Rp 87 ribu. Sehingga ada keuntungan dalam usaha tersebut sebesar Rp13 ribu,” katanya.

Dikatakannya, praktik judi ini sudah dikomplain masyarakat, karena lokasinya dekat dengan rumah ibadah. Praktik judi ini dilakukan di warung kopi dan sudah beroperasi sejak satu setengah tahun terakhir. Sementara untuk omzet, jenis judi ini mampu meraup keuntungan Rp2 sampai Rp3 juta dalam sehari.

“Selain kesembilan tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti seperti, delapan unit mesin tembak ikan, uang tunai sebesar Rp2.778.000, voucher sebanyak 84 dalam satu voucher (satu slop rokok lucky strike), dua buku catatan harian, tiga buku tulis, satu lembar kertas pengumuman, empat pulpen dan enam unit kunci pengisi poin,” ungkap dia.

Sedangkan barang bukti lainnya yang turut diamankan yakni, satu blok buku notes, 25 lembar kertas catatan setoran poin, 137 lembar buku catatan setoran poin yang telah berlalu, serta empat unit handphone.

“Karena meresahkan masyarakat, kami sudah menerbitkan surat perintah penangkapan untuk memburu satu tersangka lain berinisial I. Untuk kesembilan tersangka yang diamankan disangkakan Pasal 303 ayat (1) ke 1e dan ke 2e KUHPidana dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara,” terang Faisal. (mri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *