Pemuda Muhammadiyah: Janji Walikota Medan Perbaiki Pelayanan Publik hanya Bualan

MEDAN (bareskrim.com) | Janji Walikota Medan bahwa pelayanan publik kepada warga kota akan lebih baik setelah pergantian kepala SKPD dilakukan adalah bualan janji manis semata.

Pergantian kepala SKPD yang dilakukan tidak membawa perubahan sedikit pun terhadap kondisi infrastruktur. Persoalan yang langsung bersentuhan dengan warga tidak kunjung diperbaiki seperti masalah sampah.

Seminggu belakangan banyak warga yang mengeluhkan sampah di sekitar rumahnya tidak diangkat sehingga menimbulkan bau tidak sedap. Atau tempat penampungan sampah sementara yang tidak pada tempatnya seperti yang terjadi di Jalan Krakatau ditumpuk di depan lapangan bola, Jalan Kereta Api ditumpuk tidak jauh dari stasiun dan Jalan SM Raja ditumpuk di depan halte. Bagaimana mungkin sampah justru di depan fasilitas umum tempat warga kota menjalankan aktifitasnya.

“Warga kota semakin menderita dengan masalah sampah yang terlambat atau tidak diangkut dari depan rumah. Di samping bau tidak sedap kerap menyiksa warga, maka terpaksa warga harus membayar orang untuk mengangkat sampah di rumahnya. Warga dipaksa mengeluarkan biaya tambahan, selain membayar retribusi sampah yang dikutip petugas kelurahan setiap bulan. Retribusi sampah dikutip tidak pernah terlambat, tetapi sampah warga hanya diangkat seminggu sekali,” cetus Ketua Pemuda Muhammadiyah Medan, Eka Putra Z dalam siaran persnya yang diterima, Selasa (4/4/2017).

Menurutnya, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan sepertinya tebal kuping mendengar keluhan dari warga baik langsung atau melalui media massa. Sejak dilantik, belum menunjukkan prestasi yang membanggakan selain tebar pesona dan mencari kambing hitam buruknya pengelolaan sampah di Kota Medan.

Hal yang naif terjadi, kinerja kepala dinas yang lama dianggap lebih baik dibandingkan yang sekarang. Hal ini tentu tidak sejalan dengan janji walikota ketika dilantik dulu.

“Tentu sebagai pejabat publik tidak boleh beralasan, mengapa kinerjanya buruk karena baru sebulan dilantik dan masih melakukan konsolidasi internal. Sikap arogansi yang mengganggap kritik hanya angin lalu tanpa berusaha menyelesaikan masalah, harus ditentang. Jika dianggap penting walikota harus melakukan evaluasi kepada Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang tidak sanggup mengelola sampah di Kota Medan,” ucapnya.

Pemuda Muhammadiyah Kota Medan mendesak Walikota Medan bersikap tegas kepada Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang tidak sanggup mengatasi persoalan sampah di Kota Medan.

“Karena wajah Kota Medan, salah satunya ditentukan pengelolaan sampah. Apabila Kota Medan bersih dan sampah tidak menumpuk dimana-mana, maka wajah kota Medan akan baik,” tandasnya. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *