Apakabar Kasus Dugaan Judi Anggota Dewan di Aceh Tamiang?

ACEH TAMIANG (bareskrim.com) | Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang kembali menjadi topik pemberitaan di salah satu harian terbitan Medan, Sumatera Utara dan beredar juga di media sosial.

Tersiar kabar ada dugaan oknum anggota DPRK dan pihak Sekretariat melakukan perjudian di dalam gedung wakil rakyat. Disebutkan praktek perjuadian itu berlangsung di ruangan Sekretaris Dewan (Sekwan) pada 27 Desember 2016, malam persiapan acara Pergantian Antar Waktu (PAW) salah seorang anggota DPRK Aceh Tamiang.

Awak media Berita Regulasi Sosial Kriminalitas (bareskrim.com) bersama AWDI (Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia) melakukan konfirmasi bersama yang direncanakan untuk dapat bertemu dengan Nora Idah Nita SE Wakil Ketua DPRK, T Rusli Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) dan juga sekaligus Ketua Partai PDIP Aceh Tamiang, Ismail anggota DPRK dari komisi A yang juga merupakan Ketua Partai PPP Aceh Tamiang, Drs Syuibun Anwar Sekretaris DPRK Aceh Tamiang, Juanda SIP Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon Ketua DPRK Aceh Tamiang, namun karena adanya kesibukan masing-masing dari mereka, hanya Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Juanda SIP.

Saat ditemui di ruang kerjanya, terkait adanya pemberitaan tentang dugaan adanya permainan judi di Gedung DPRK Aceh Tamiang, ia menyampaikan, bahwa pihaknya ada mendengar, akan tetapi tidak melihat kalau ada isu perjudian di Gedung DPRK. “Sebaiknya untuk lebih jelasnya lagi rekan- rekan media untuk dapat melakukan konfirmasi kepada Badan Kehormatan Dewan (BKD),” jelasnya, (19/4/2017).

Dihari yang sama awak media bareskrim.com bersama team AWDI mencoba melakukan konfirmasi ke BKD, namun usaha tersebut gagal, dikarenakan Ketua dan anggota sedang tidak berada di tempat. Pihak Wartawan hanya diterima oleh staf diruangan tersebut, yang mencatat keinginan para Wartawan, juga berjanji akan menyampaikan, serta akan segera menghubungi pihak wartawan, namun sampai berita ini diturunkan, konfirmasi belum dapat dilakukan hingga saat ini, (26/4/2017).

Awak media bareskrim.com yang juga tergabung dalam team AWDI coba melakukan konfirmasi ke Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (SatPol PP dan WH) pada saat itu disambut oleh Komandan Sat Pol PP dan WH Kabupaten Aceh Tamiang A Yani.

Ia memaparkan, pihaknya hanya mendengar informasi dari masyarakat bahwa di gedung DPRK Aceh Tamiang ada penggrebekan yang di lakukan oleh aparat keamanan, dan para tersangkanya dibawa ke Polres Aceh Tamiang.

“Akan tetapi saya tidak melihatnya, saat itu anggota dari Sat Pol PP dan WH tidak satu orang pun yang ikut dalam operasi pengrebekan,” terangnya.

“Pihaknya tidak akan melakukan penelusuran secara mendalam, karena itu adalah merupakan ranahnya pihak penegak hukum lainnya, dan terkait kasus jinayah penyelesaiannya tetap di bawah Dinas Syari’at Islam,” jelas A Yani.

Penelusuran terus dilakukan dengan melakukan konfirmasi langsung ke Dinas Syari’at Islam (SI), terkait pencarian informasi dugaan kasus judi (maisir) tersebut, dan pada saat itu langsung diterima Kadis SI Aceh Tamiang Syaiful Umar SAg menjelaskankan, bahwa sejauh ini pihak SI belum ada terima laporan atas dugaan yang diberitakan beberapa media terhadap oknum anggota DPRK yang bermain maisir.

“SI adalah sebagai penyedia sarana dan prasarana, serta pembinaan bagi para pelanggar hukum Syari’at Islam, kalau mengenai eksekusi, penyidikan itu adalah merupakan kewenangan pihak WH, Kejaksaan Negeri, dan Kepolisian,” lanjutnya.

“Pihaknya akan tetap berkoordinasi terkait tentang masalah ini, merasa prihatin sekali jika masalah ini memang benar-benar terjadi pada anggota DPRK Aceh Tamiang, dan yang jelas siapa pun orangnya, kalau pelanggar Syari’at Islam di mata hukum tetap sama, tidak ada tajam kebawah dan tumpul ke atas,” terang Syaiful Umar. (evan/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *