Usai Musnahkan Obat dan Makanan Tak Berizin | BBPOM Medan Bagi-bagi Amplop ke ‘Tamu’

MEDAN (bareskrim.com) | Pihak Balai Besar Pengawasan Obat-obatan dan Makanan Medan (BBPOM Medan), Selasa (23/5/2017), melakukan pemusnahan terhadap obat-obatan dan makanan tanpa ijin edar.

Uniknya usai pemusnahan, tamu dari instansi penegak hukum dikasi amplop.
Pemusnahan obat dan makanan tanpa ijin edar dilakukan pihak BBPOM siang itu di halaman depan kantor instansi pemerintah yang bertugas mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan tersebut.

Data diterima wartawan, obat dan makanan yang dimusnahkan pihak BBPOM Medan hari itu didapat dari pengawasan terhadap 17 sarana. Produk yang dimusnahkan dengan cara dibakar secara simbolis dihadapan para undangan diantaranya Wagub Sumut, pihak kepolisian, kejaksaan, pihak pengadilan dll berjumlah sekitar Rp 3 M lebih.

Usai dibakar, Wagub Sumut dan pihak BBPOM serta instansi pemerintah yang hadir lalu melepas truk yang mengangkut obat-obatan dan makanan yang disita pihak BBPOM untuk dibawa ke lokasi pemusnahan selanjutnya yakni Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun Marelan Medan.

Namun usai acara, salah seorang wanita petugas BBPOM tampak menghampiri satu dari dua orang perwakilan dari Institusi pemerintahan yang hadir.

Dengan seronoknya dan terkesan terangan-terangan, wanita paruh baya memakai jilbab dengan map merah dalam genggaman serta dompet warna pink tampak memberikan amplop kepada salah seorang dari tiap-tiap perwakilan utusan yang menghadiri kegiatan pemusnahan obat-obatan dan makanan di kantor tersebut.

Ketika dikonfirmasi para awak media terkait hal tersebut, salah seorang wanita berambut pendek mengaku bernama Uli dan merupakan petugas bagian pemeriksaan dan penyidikkan BBPOM Medan mengatakan hal itu merupakan biasa. Karena tamu tersebut jelas keberadaannya.

“Mereka jelas dan sudah tanda tangan”, kata wanita berambut pendek itu dihadapan Kepala Bidang (Kabid) Pemeriksaan dan Penyidikkan BBPOM Medan, Ramses Doloksaribu dan para awak media yang saat itu mengkonfirmasi terkait temuan yang terkesan ganjil tersebut.

Sementara itu, para undangan dari institusi penegak hukum yang mendapatkan amplop tampak senyum dan bahkan saat kepergok awak media karena amplop yang dimasukkan ke dalam saku celananya akan terjatuh, undangan berseragam coklat itu tampak senyum dan memasukkan tangannya ke saku celana sembari mengeluarkan sedikit kata kepada wartawan yang memergoki hal itu.

“Biasalah ini bos,” kata pria bertubuh gemuk berseragam coklat sembari bergegas pergi meninggalkan awak media. (mri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *