HeadlineIndeksKriminalitas

Terduga Penista Agama Minta Maaf dengan Masyarakat Kota Langsa

LANGSA (bareskrim.com) | Terkait penistaan agama Islam yang telah dilakukan ER melalui akun facebook miliknya beberapa waktu lalu, membuat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Langsa harus bekerja lebih keras dalam meredam perkembangan situasi yang dapat berujung konflik di wilayah Kota Langsa.

Setelah melakukan mediasi dengan beberapa Organisasi Masyarakat khususnya Front Pembela Islam (FPI) dan tokoh-tokoh Muspika Langsa, Dandim 0104/Atim Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar SE wadahi pernyataan dan permohonan maaf Eric kepada seluruh umat Islam kota Langsa yang digelar di Aula Lantai II Makodim Langsa.

ER merupakan turunan etnis Tionghoa yang lahir dan besar di Kota Langsa. Saat ini, ia berstatus sebagai mahasiswa di salah satu universitas di Kota Medan, Sumatera Utara.

Pernyataan yang pernah disebarkannya pada salah satu media sosial melalui akun facebook miliknya yang bernama ED, belakangan diketahui membuat heboh sehingga menjurus rentannya terjadi polemik di kalangan umat Islam khususnya di Kota Langsa Provinsi Aceh.

Pernyataannya yang berbau SARA sangat disayangkan dan melukai hati umat Islam. Atas dasar ketidakterimaan seluruh Komponen masyarakat Langsa, ER pun dilaporkan ke jalur hukum.

Kodim 0104/Atim pun ikut menyikapinya. Pernyataan yang telah dilontarkan ER, membuat Dandim harus turut serta untuk mencegah terjadinya perpecah belahan antar umat beragama di wilayah binaannya.

Setelah melakukan mediasi dengan Forkopimda Kota Langsa, Dandim pun menggelar konferensi pers tentang pernyataan maaf yang akan disampaikan ER kepada seluruh Umat Islam khususnya Kota Langsa, agar perdamaian dan kerukunan hidup antar umat beragama dapat tetap terjaga.

Pada kesempatan pagi itu ER menyampaikan dan berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahan yang sama, tidak akan melukai perasaan umat islam baik secara lisan dan tulisan, tidak akan melakukan perbuatan yang akan menimbulkan konflik SARA baik secara pribadi maupun kelompok lainnya, bersedia menerima konsekuensi apapun dan siap dibawa ke ranah hukum apabila mengulangi kesalahan yang sama.

ER juga menyatakan permohonan maaf kepada FPI, Ormas Islam dan Umat Islam Kota Langsa secara tertulis di dua surat kabar, yaitu Serambi Indonesia dan Waspada serta memasang spanduk permohonan maaf didepan rumah tempat tinggal miliknya selama tujuh hari dimulai tanggal 23 Mei 2017).

ER berjanji akan menjadi orang yang dapat memotivasi keluarga, kerabat dan teman-teman untuk selalu menjaga dan menghormati semua agama termasuk agama islam dan umat islam serta bersedia akan angkat kaki (pindah keluar) kota Langsa bersama keluarga apabila dikemudian hari melanggar semua pernyataan yang telah dibuatnya pada hari ini.

Konferensi damai yang dihadiri oleh sekitar 120-an orang itu juga dihadiri oleh Dandim 0104 Atim Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar SE, Kapolres Langsa AKBP H Iskandar ZA SIK, Wakil Walikota Langsa Dr H Marzuki Hamid MM, Kasi Intel Kajari LangsaMaryono SH, Humas Pengadilan Negeri Langsa Achmadsyah Ade Mury SH MH, Dantim Bais Langsa/Tamiang Letkol Inf Hamzah, Kakesbangpolinmas Kota Langsa Agussalim SH MH, Kasat Intel Polres Langsa Akp Rudi P, Pasi intel Kodim Lettu Inf Said Muhammad, Ketua FKUB Kota Langsa Dr H Zulkarnain MA, Ketua Paguyuban Tionghoa Karipuddin Ciawi, Ketua FPI Kota Langsa Tgk. Faisal, Ketua HMI Kota Langsa Hamid Ilham, Perwakilan Toga, Tomas dan Todat Kota Langsa serta Massa FPI dan Majelis Taklim As-Suny Kota Langsa.

Dandim 0104/Atim Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar SE menyampaikan, masalah yang paling sensitif di NKRI saat ini adalah masalah SARA karena Indonesia memiliki keberagaman suku budaya dan agama maka dari pada itu hindarilah permasalahan yang berbau SARA.

“Kami dari TNI selalu berupaya untuk menjalankan mana yang terbaik bagi rakyat, karena hal tersebut pastinya terbaik juga bagi TNI. Oleh karena itu, saya minta kepada saudara ER agar tidak mengulangi lagi hal yang demikian karena dapat menimbulkan konflik SARA,” tegas Dandim.

Kapolres Langsa AKBP H Iskandar ZA SIK menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh anggota Polres Langsa, Kodim 0104/Atim, Forkopimda dan seluruh Ormas se Kota Langsa atas mediasi yang telah dilakukan sehingga Proses Damai ini dapat tergelar.

Kapolres mengimbau agar masyarakat Kota Langsa kedepan tidak lagi terprovokasi setelah Proses Damai ini berlangsung. “Apabila masih ditemukan Provokator atas kejadian ini maka saya bersama Dandim 0104/Atim langsung akan bertindak sesuai jalur hukum,” ingat Kapolres.

Walikota Langsa yang diwakili oleh Wakilnya Dr H Marzuki Hamid MM juga menambahkan, kejadian yang berbau SARA seperti ini baru pertama kali terjadi dikota Langsa dan akan dijadikan sebagai sejarah bagi masyarakat kota Langsa.

“Negara Indonesia kita ketahui bersama dibangun dari tiga tugu besar (3 pondasi), yaitu agama yang pertama, kedua ideologi dan ketiga adalah adat dan budaya. Maka dari itu mari kita sama-sama saling menjaga ketiga tugu tersebut agar terhindar dari konflik yang dapat mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Wakil Walikota.

Selanjutnya, umat Islam Kota Langsa yang diwakili oleh Ketua FPI Kota Langsa Tgk Razali dalam tanggapannya atas pernyataan yang telah disampaikan saudara ER bahwa atas nama keluarga besar FPI kota Langsa berterimakasih kepada Kodim 0104/Atim dan unsur Forkopimda Kota Langsa atas terselenggaranya konferensi pers permintaan maaf saudara ER kepada umat Islam di Kota Langsa.

Selama ini masyarakat Kota Langsa hidup saling berdampingan dan selalu menjaga kerukunan antar umat beragama. Ia berharap kepada Forkopimda Kota Langsa, agar selalu menjalin kerjasama dengan FPI dalam memberantas kemaksiatan bahkan Peredaran Narkoba di kota langsa.

“Kami FPI juga berterimakasih kepada MPU Kota Langsa yang merupakan orang tua kami yang telah memberi jalan terlaksananya penyelesaian penistaan agama yang telah dilakukan oleh saudara ER. Kami FPI wajib membela agama islam sampai titik darah penghabisan apabila ada yang melakukan dan menjelek-jelekkan agama islam, meskipun peluru tajam tetap akan kami hadapi. Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi saudara ER dalam bertindak dan berbuat secara lisan maupun tulisan menyangkut tanggapan yang dinilai dapat menistakan agama islam sehingga tidak menjadi Bumerang bagi dirinya sendiri dan keluarga,” pungkas Ketua FPI Kota Langsa tersebut.

Acara permohonan maaf tersebut ditandai dengan penanda tanganan pernyataan yang telah disampaikan oleh saudara ER dan diketahui oleh seluruh Forkopimda dan Ketua FPI beserta Perwakilan majelis Taklim As-Suny sebagai saksi. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button