Dituding Menistakan Agama | Pegawai BPN Karo Dipolisikan

MEDAN (bareskrim.com) | Manaek Hutabarat selaku pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Karo dipolisikan Agus Salim SH, warga Jalan Kemuning Komplek Griya Kemuning Blok C No 24 Kelurahan Jati Makmur Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai ke Mapoldasu dengan nomor LP/839/VII/2017 SPKT “I” dengan tuduhan tindak pidana penistaan agama, (17/7/2017).

Agus Salim yang ditemui wartawan di Kantornya di Jalan KH Wahid Hasyim menceritakan adanya dugaan penistaan agama ini berawal dari postingan akun Whatsaap Manaek Hutabarat di group Whatsaap WARKOP GIMIN SUMUT yang memposting surat edaran Kementerian Agama RI yang memberitahukan bahwa berdasarkan data astronomi, Minggu (16/7/2017) pukul 16.27 Wib/17.27 WITA matahari melintas tepat diatas Ka’bah sehingga bayang-bayang suatu benda yang berdiri tegak lurus dimana saja akan mengarah lurus ke Ka’bah. Sehubungan dengan itu, bagi kaum muslimin yang akan memperbaiki arah kiblatnya agar disesuaikan dengan arah bayang-bayang benda diatas.

Namun dalam postingan surat edaran tersebut akun Manaek Hutabarat juga mengomentarinya dengan tudingan miring dan diduga melakukan penistaan agama. “Mahasiswa dan alumni GMNI membuat group whatsaap yakni WARKOP GIMIN SUMUT, dan saya juga tergabung di dalam group tersebut. Sekira Minggu 16 Juli pukul 00.11, akun milik Manaek Hutabarat memposting surat edaran Kementerian Agama yang berisikan umat Islam harus mengubah kiblat.

Namun dalam postingan surat edaran tersebut, akun Manaek Hutabarat juga mengomentari postingan sendiri dengan mengatakan “Ayo yg salah kiblat perbaiki…selama ini salah kan ??…nyembah siapa???…salah arah”.

“Tentu saja saya sebagai umat Islam tersinggung, begitu juga anggota yang beragama Islam di group tersebut juga tersinggung,” ujarnya.

Lanjut Agus Salim yang juga merupakan salah satu advokat di Kota Medan ini, dirinyapun mengomentari komentar dari postingan tersebut bahwa apa yang disebut Akun Manaek Hutabarat merupakan penistaan agama, dan jika Manaek Hutabarat tidak segera meminta maaf maka kasus ini akan dilaporkan ke pihak Kepolisian dan diproses secara hukum.

“Saya sudah memperingatkannya, namun Akun Manaek Hutabarat malah menyebut saya seorang yang reaksioner dan memiliki sentimen pribadi terhadapnya,” ujarnya.

Menurut Agus Salim bahwa pergeseran arah kiblat beberapa derajat bukan hal yang baru bagi umat Islam, selama ini umat Islam tetap menyembah Allah SWT. Oleh karena itu, dirinya juga menyesalkan komentar yang menuding sikap Manek Hutabarat yang mengomentari miring tentang agama Islam.

“Saya sebagai orang yang beragama Islam tentu saja tidak senang jika agama saya sendiri diolok-olok seperti itu, oleh karena itu saya secara pribadi langsung melaporkan Manaek Hutabarat ke Poldasu dan berharap agar kasus ini tuntas dan berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” katanya.

Agus juga berharap kepada Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw agar segera merespon secepatnya kasus-kasus peninstaan agama, karena dengan adanya oknum-oknum yang menyebar berita yang menistakan sebuah agama tentu saja dapat mengganggu kondusifitas di Sumut.

“Jika kasus peninstaan agama tidak diproses cepat secara hukum berarti Polisi memancing keributan terhadap masyarakat yang memeluk agama tersebut, karena polisi tidak bekerja secara profesional. Untuk itu saya harap agar Polisi secepatnya merespon kasus penistaan agama dengan tujuan dapat mencegah massa agar tidak bertindak lebih jauh,” ujarnya.

Selain itu, Agus juga menyesalkan tindakan yang dilakukan Manaek Hutabarat yang diketahui bekerja di Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Karo yang merupakan abdi negara namun tidak dapat menahan diri dan malah mengolok-olok agama lain. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *