HeadlineIndeksKriminalitas

Jambret Kelas ‘Kakap’ Masuk Bui Polda Sumut

MEDAN (bareskrim.com) | Personel Unit 3 Subdit III Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut meringkus dua pelaku spesialis jambret dan penadah di tempat terpisah, (15/7/2017).

Kedua pelaku, MIN (28) dan MK (26) ini dikatagori sebagai pelaku jambret kelas ‘kakap’, yang cukup meresahkan masyarakat.

Kanit Ranmor AKP Anjas Asmara Siregar mengungkapkan, tersangka diamankan setelah pihaknya melakukan pengembangan laporan yang diterima Polsek Medan Kota dengan No: LP/630/VII/2017/Sek Medan Kota, tanggal 9 Juli 2017.

“Awalnya kami melakukan pengembangan dari laporan yang diterima Polsek Medan Kota, terkait kasus tindak pidana jambret,” katanya kepada awak media, Senin (24/7/2017).

Dalam penanganan kasus ini, ujarnya, awalnya mereka mengamankan tersangka MIN (28) warga Kecamatan Medan Kota. Selanjutnya, polisi juga mengamankan MK (26) warga Medan Perjuangan, saat berada di kos-kosan Jalan Halat Gang Kolam.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka MK berperan sebagai ‘joki’ sepeda motor, sedangkan MIN bertugas menjambret barang berharga korban.

“Berdasarkan keterangan kedua pelaku, kami mengamankan tersangka EK (26) warga Kecamatan Medan Tembung yang berperan sebagai penadah barang hasil curian,” tambahnya.

AKP Anjas menambahkan, kedua pelaku diketahui telah melakukan aksi serupa sebanyak 32 kali, yang berkonsentrasi di daerah Medan Kota, Medan Baru, Medan Area, dan Medan Timur.

Selain menjambret barang berharga milik pejalan kaki dan pengendara sepeda motor, para pelaku juga tak sungkan menjambret korban yang hendak masuk atau keluar mobil.

“Terkait kasus ini, kedua tersangka pelaku jambret dijerat Pasal 365 KUHPidana ayat 2 ke 2, dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun. Sementara tersangka penadah barang hasil curian dijerat Pasal 480 KUHPidana dengan ancaman 4 tahun penjara,” tegasnya.

Ketika ditanya, tersangka MK mengaku menyasarkan targetnya kepada warga Tionghoa, karena kemungkinan besar membawa banyak barang berharga dan uang tunai. Diakuinya, hasil penjambretan itu kerap digunakan untuk foya-foya. (mri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button