Tak Diperhatikan | Jembatan Penghubung Dua Desa di Babussalam Nyaris Ambruk

KUTACANE (bareskrim.com) | Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) sangat menentukan kemajuan suatu daerah. Tapi sayangnya perhatian itu belum secara menyeluruh ke sejumlah daerah. Ironis memang, tapi inilah kenyataannya.

Seperti pantauan awak media online Berita Regulasi Sosial Kriminalitas (bareskrim.com), baru-baru ini, masih ada ditemukan jembatan penghubung antardesa di Agara yang belum tersentuh dan bahkan terkesan dibiarkan sudah lama.

Seperti Jembatan Belli yang berada di Desa Pulo Latong telah rusak pada bagian lantai bawah jembatan sudah jatuh dan reboh. Jembatan tersebut merupakan penghubung beberapa desa terkhusus Desa Kutabuluh yang ada di seputaran Kecamatan Babussalam.

Jembatan Belli ini sudah lama rusak namun sampai saat ini belum ada perbaikan dari dinas terkait. Mirisnya, pada waktu malam hari kalau dilintasi mobil terpaksa harus berhati-hati karena tidak ada terpasang rambu-rambu apapun di jembatan tersebut.

Keluhan itu terlontar dari salah satu masyarakat Pulo Latong, Selasa (8/8/2017), kepada bareskrim.com saat melintas Jembatan Belli.

Beginilah jadinya kalau tidak ada perhatian dari dinas terkait, jembatan belli ini lantainya jatuh dibiarkan saja. Jembatan ini salah satu jembatan yang menghubungkan antara dua desa yang ada di Kecamatan Babussalam sampai sekarang tidak ada perhatian dinas terkait untuk memperbaiki.

“Kami minta kepada pemerintah daerah atau dinas terkait untuk segera memperbaiki Jembatan Belli Desa Pulo Latong yang rusak. Apalagi, di malam hari di seputaran jembatan sangat gelap dan tidak ada rambu-rambu apapun yang terpasang. Takutnya rawan terjadinya kecelakaan,” katanya.

Terkait masalah ini Sekda LIRA suharto menyayangkan kenapa tidak ada perhatian Dinas PU dalam memperbaiki jembatan yang rusak penghubung Desa Pulo Latong.

Sedangkan dana untuk pemeliharaan jembatan tiap tahun ada dianggarkan. “Kemana di bawah dananya? ini tidak bisa dibiarkan. Saya minta kepada Kajati Aceh atau penegak hukum untuk segera mengaudit dana pemeliharaan jalan dan jembatan tahun 2016,” harapnya.

Terkait hal tersebut Kadis PU dan Cipta Karya Ir Husein Pelis MM belum berhasil ditemui bahkan dihubungi melalui via telepon tidak ada jawab dan sama juga Sapta Marga selaku Kabid Jalan dan Jembatan saat dihubungi melalui via telepon malah hpnya tidak aktif. Hingga berita ini dikirim tidak ada jawaban. (ijal/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *