OTT DPM PPTSP Sumut | Penyidik Tunggu Corneti Sinaga Sembuh

MEDAN (bareskrim.com) | Kabid Pelayanan dan Perizinan Infrastruktur, Ekonomi dan Sosial di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PPTSP) Pemprov Sumut, Corneti Sinaga, dijadwalkan dipanggil ulang untuk kembali diperiksa pada Selasa (12/9/2017) pekan depan, untuk bisa kembali diperiksa.

Sebelumnya, Corneti sempat diperiksa sebagai saksi atas ulah bawahannya Khairri Rozzi Nasution yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Tim Saber Pungli Polda Sumut.

Corneti Sinaga mendadak sakit dan terkulai lemas di hadapan polisi ketika baru saju dicecar tujuh pertanyaan seputar ditangkapnya stafnya tersebut, (1/9/2017). Ia sempat dirawat dua hari di Rumah Sakit Materna.

Sepekan lebih diberi waktu memulihkan kesehatan, penyidik subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumut sudah kembali menjadwalkan pemanggilan ulang Corneti Sinaga. Rencananya, dia akan menghadap ke penyidik, Selasa pekan depan.

“Kita sudah menjadwalkan ulang pemanggilan saksi yang kemarin sempat sakit dan dirawat di rumah sakit. Selasa pekan depan akan dipanggil kembali oleh penyidik,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting, (8/9/2017).

Dijelaskannya, pemeriksaan Corneti masih terkait dengan tertangkapnya Khairri Rozzi Nasution dan Nurlina, PNS di DPM PPTSP Pemko Medan. Khairri dan Nurlina merupakan oknum yang bekerjasama melakoni pungli pengurusan izin air bawah tanah.

“Masih seputar OTT kemarin. Saya tidak bisa jelaskan lebih mendalam demi kepentingan penyidikan,” tandas Rina.

Sebelumnya, Tim Saber Pungli Polda Sumut menciduk Khairri Rozzi Nasution saat berada di kantornya di Jalan KH Wahid Hasyim, (31/8/2017).

OTT yang dilakukan berawal dari adanya informasi dari seseorang yang menyebutkan, ada oknum PNS di DPM PPTSP yang dengan cara meminta pembayaran terhadap pengurusan izin air bawah tanah kepada pemohon yaitu PT Bilah Plantindo dan PT Pangkatan Indonesia.

Selanjutnya, petugas bergerak dan melakukan OTT terhadap tersangka, Khairri Rozzi Nasution, warga Jalan Namorambe II, No 148, Lingkungan VIII, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, ketika melakukan pungutan terhadap korban, Yudy Prasetyo, selaku pemohon izin.

Dari tersangka, disita uang sejumlah Rp 8,5 juta, 8 eksemplar dokumen pengusulan izin air bawah tanah PT Bilah Plantindo dan PT Pangkatan Indonesia dan 8 eksemplar dokumen izin Air Bawah Tanah PT Bilah Plantindo dan PT Pangkatan Indonesia
Tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *