Dua Pegawai Bank Plat Merah Diburu Polisi

MEDAN (bareskrim.com) | Pihak Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut dilibatkan untuk mengungkap kasus penggelapan uang tunai sebanyak Rp 6 miliar yang diduga dilakukan oleh dua orang petugas salah satu bank plat merah Cabang Putri Hijau Medan.

“Sudah dibentuk tim gabungan Polda Sumut dan Polresta Medan untuk memburu pelaku. Mohon doanya agar secepatnya bisa ditangkap,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting, Senin (16/10/2017).

Rina juga memastikan, Polda Sumut akan berkoordinasi dengan polda perbatasan, seperti Polda Aceh dan Polda Riau untuk mempersempit ruang gerak pelaku. “Pasti. Itu sudah teknis sebagai upaya untuk menangkap pelaku,” sebut Rina.

Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Florentinus Napitupulu menambahkan, ada empat tim yang dilibatkan dan tim ini akan bergabung dengan Resmob serta Polrestabes Medan. “Ini masih bekerja. Mohon doanya bro, mudah-mudahan bisa terungkap dalam waktu dekat,” ujar Faisal.

Sebelumnya, dua orang petugas bank tersebut diduga melakukan penggelapan uang tunai senilai Rp 6 miliar. Kedua pelaku masing-masing berinisial BN dan H bekerja sebagai petugas Tambahan Kas Kantor (TKK).

Selain menggelapkan uang dalam jumlah fantastis, keduanya juga membawa kabur satu unit mobil jenis Xenia warna hitam BK 1602 EB. Kasus penggelapan uang dalam jumlah besar ini terkuak, (13/10/2017).

Kedua pelaku tanpa adanya pengawalan dari aparat keamanan, menarik uang sebesar Rp 6 miliar di Bank Indonesia Jalan Balai Kota Medan. Usai menarik uang miliaran rupiah di Bank Indonesia, kedua petugas TKK ini malah tidak menyetorkannya ke bank tempatnya bekerja.

Keduanya kabur mengendarai mobil Xenia. Tak ayal, akibat perbuatannya kedua pelaku lalu dilaporkan ke Polrestabes Medan, yang tertuang dalam STPL/2072/X/2017/SPKT Restabes Medan.

Dalam prosedur pengambilan uang tunai, pihak bank sebenarnya harus mendapatkan pengawalan dari pihak personel Brimob Polda Sumut yang berjaga.

Namun, pekan kemarin, kedua pelaku tidak mendapatkan pengawalan saat mengambil uang, kendati begitu tetap dapat menarik uang tunai di Bank Indonesia, dan berujung keduanya menggelapkan ‎uang tersebut. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *