Aceh TerkiniHeadlineIndeks

Wacana Relokasi Kios Pedagang Buah di Lintasan Medan – Banda Aceh

ACEH TAMIANG (bareskrim.com) | Bupati Aceh Tamiang Mursil dan Wakil Bupati T Insyafuddin memimpin pengukuran lahan yang direncanakan akan merelokasi kios buah yang berada di jalan Medan-Banda Aceh, ke Jalan Mayjend Sutoyo Pusat Kota Kualasimpang, (13/03/2018).

Rencana pemerintah daerah akan merelokasi bagi pedagang buah tersebut dengan tujuan untuk menata bagi para pedagang, serta memanfaatkan tanah milik Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang merupakan hibah dari Kementerian Keuangan yang sudah lama tidak difungsikan.

“Setelah dibangunnya kios di areal tanah milik Pemda di Jalan Mayjend Sutoyo, maka nantinya bagi para pedagang buah tidak lagi berada dilokasi yang berdekatan dengan badan jalan nasional, yang mengakibatkan kemacetan di Simpang lampu merah,” katanya.

Bupati Aceh Tamiang H Mursil menambahkan, areal relokasi pedagang tersebut merupakan milik Pemkab Aceh Tamiang, baik secara administrasi maupun hukum. ”Meski ada desas-desus dari pihak lain yang mengaku tanah tersebut merupakan miliknya, namun tidak membuat rencana relokasi terhambat,” jelasnya.

Mursil menyatakan, Pemerintah Daerah berkeinginan agar penataaan kota harus terus dilakukan termasuk mencarikan tempat bagi pedagang kaki lima  sehingga tidak ada lagi yang menempel di depan toko.

Selain tampak sembrawut, juga menutupi usaha orang lain. Begitu juga untuk bus penumpang umum, agar tidak lagi dibolehkan parkir di depan loket diseputaran kios buah tersebut. Semuanya harus berada di terminal.

Menurut Bupati, jika pedagang buah sudah menempati areal relokasi, nantinya lahan kios  buah akan dibuatkan taman agar tampak indah dan luas pemandangan terutama bagi pengendara saat melintas.

“Dari hasil pendataan yang sudah dilakukan, diperkirakan ada sejumlah 67 kios yang terdapat di lokasi pasar buah tersebut,” tuturnya.

Saat ini, baru dilakukan inventarisir pedagang dan diharapkan seluruh pedagang yang ada dapat terakomodir, sehingga penataan pedagang tidak lagi menuai masalah kedepan.

Wakil Bupati T Insyafuddin ST mengatakan, jika bisa para pedagang ini nantinya ditempatkan di satu lokasi yang sama, maka akan mempermudah bagi para Konsumen atau pembeli untuk datang. (evan/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button