Penyidik Polda: Kondisi Jiwa Kompol Fahrizal Masih Labil

MEDAN (bareskrim.com) | Penyidik Ditreskrimum Polda Sumut hingga kini belum bisa menggali motif Kompol Fahrizal menembak adik iparnya, Jumingan hingga tewas.

“Sampai saat ini belum bisa digali karena kondisi kejiwaan Fahrizal yang masih labil,” kata Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Selasa (17/4/2018).

Andi Rian juga mengatakan, untuk mendapatkan observasi kejiwaan yang lebih intens dari para ahli, Fahrizal sudah dibantarkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Medan sejak kemarin demi mendapatkan perawatan kejiwaan yang lebih intensif.

“Yah untuk mempermudah penanganan, Fahrizal sudah kita bantarkan sejak kemarin ke RSJ,” jelasnya sambil menambahkan kendati Fahrizal dibantarkan ke RSJ namun kasus pidananya tetap dilanjutkan.

Sebelumnya, Kombes Andi Rian Djajadi mengatakan, untuk memeriksa kejiwaan Fahrizal pihaknya melibatkan tim Psikiater dan ahli-ahli dari internal maupun eksternal Polri, untuk mengobservasi kondisi kejiwaan Fahrizal dalam jangka waktu tertentu.

Dijelaskan, sesuai petunjuk dari tim forensik kejiwaan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) dengan dilakukan pemeriksaan kejiwaan selama 14 hari, mereka bisa mengetahui apa sebenarnya yang terjadi.

“Kompol Fahrizal merasa kalau dirinya seolah-olah masih dalam pekerjaan. Malah dia mengatakan kepada penyidik, udah dulu ya. Saya capek kali ini. Mau pulang dulu,” kata Andi Rian meniru omongan pelaku saat diperiksa penyidik, kepada wartawan.

Ditambahkan, untuk membantu penyidikan yang sedang berjalan, penyidik juga sudah melibatkan Labfor Cabang Medan untuk meneliti senjata dan proyektilnya serta jejak tembakan pada pakaian korban. Disamping itu, juga melibatkan kedokteran forensik untuk meneliti kondisi bekas-bekas tembakan pada jasad korban.

Dia menambahkan, sampai saat ini, penyidik sudah memeriksa 18 orang saksi, dimana sebahagian besar saksi tersebut hanya sebatas mendengar suara letusan yang berasal dari rumah orangtua Fahrizal di Jalan Tirtosari Gang Keluarga, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan dan dari pihak keluarga sebanyak 6 orang.

Sementara, Kombes Rina Sari Ginting mengatakan, Kompol Fahrizal mengaku menembak adik iparnya itu setelah mendapat bisikan dari telinga sebelah kanannya yang mengatakan “Ini jahat.. tembak aja.”

“Kompol Fahrizal mengaku mendapat bisikan di telinga sebelah kanannya mengatakan, “ini jahat tembak saja,” makanya dia langsung menembak Jumingan,” kata Kabid Humas Polda Sumut ini kepada wartawan, (7/4/2018).

Barang bukti yang disita adalah; 1 pucuk senjata api Revolver, 6 butir selongsong amunisi, 2 butir proyektil utuh, 4 butir pecahan proyektil dan 1 buah kartu izin senpi.

Terhadap tersangka dijerat pembunuhan secara berencana yakni pasal 340 Subs Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman 20 tahun atau seumur hidup.

Kasus penembakan terhadap adik iparnya itu terjadi pada (4/4/2018). Korban tewas dengan 6 butir peluru bersarang ditubuhnya, dua di kepala dan 4 di badan.

Peristiwa itu terjadi di depan ibu pelaku dan istrinya sendiri serta di depan istri korban yang juga adik perempuan kandung pelaku, di rumah orangtuanya di Jalan Tirtosari Gang Keluarga, Kelurahan Banten, Kecamatan Medan Tembung. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *