Oknum Guru Surati Kapolda Sumut

MEDAN (bareskrim.com) | Khairunnisa Siregar ST MKes (40) warga Kota Matsum Kecamatan Medan Area, akhirnya menyurati Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw. Dalam suratnya, ia meragukan laporan dugaan pemalsuan surat pernyataan dosen tetap yang ditangani Polrestabes Medan, terancam di-SP3-kan.

“Tadi sudah saya antarkan surat tembusannya ke Kapolda,” kata Khairunnisa Siregar usai menyampaikan suratnya, Jumat (18/5/2018).

Sebutnya surat tembusan sehubungan pertemuan, (17/5/2018), di ruang Tipiter Polrestabes Medan dipertemukan dengan pihak Kampus STIkes Senior, yaitu Sahat Sinaga ST MSI alias Pak Monang dan Liber, kata Khairunnisa Siregar. “Padahal dirinya dipanggil penyidik bukan untuk bertemu mereka (STIkes Senior),” kata Khairunnisa.

Pertemuan dengan STIkes Senior, membuat dirinya terkejut. Kenapa? Dalam pemberitahuan oleh Aiptu M Siahaan jika ada konfrontir dengan pihak-pihak yang terkait dengan laporan pengaduan bukan pertemuan dengan pihak STIkes Senior.

“Saya telah diberitahukan kepada bapak Aiptu M Siahaan, jika ada konfrontir, harus didampingi pengacara saya masih berada di Batam,” sebut Khairunnisa.

Anehnya, pertemuan itu, dirinya malah difoto-foto oleh Aiptu M Siahaan.
“Kok difoto pak, kalau gitu bapak pun saya foto sambil bertanya,” sebutnya, dijawab untuk kepentingan penyidikan.

Sebutnya, laporan dugaan pemalsuan sesuai laporan polisi LP/597/V/2017/SPKT I, tanggal 18 Mei 2017, dugaan pemalsuan surat pernyataan dosen tetap yang terjadi 22 September 2016 lalu.

Dalam pengaduanya di Polda Sumut, Khairunnisa, dosen dan tenaga pengajar (guru) di Yayasan Bunaya Medan Jalan Pancing II tentang pemberhentian dirinya sebagai guru tetap di SMK Dharma Analitika, kata Khairunnisa.

Kata dia, “Berdasarkan pada saat ini, saudara sedang mengajar di STIkes Senior Medan dan saudara termasuk dosen tetap dan terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT).”

Dengan keluarnya surat penonaktifan sebagai guru, ia terpaksa mengadukan Kepala Yayasan Bunaya Medan ke Poldasu. “Belakangan, pengaduan dirinya dilimpahkan ke Polrestabes Medan yang ditangani Tipiter Polrestabes Medan,” sebut Khairunnisa.

Sambungnya, selama menjadi dosen di STIkes Senior, ia mengaku tidak pernah menandatangani surat pernyataan sebagai dosen tetap STIkes Senior. “Anehnya, surat pernyataan yang diajukan ke kementrian pendidikan dikti diduga telah dipalsukan oknum STIkes Senior,” katanya.

Surat yang diduga dipalsukan berisikan, “Saya tidak pernah bekerja penuh waktu pada instansi negeri swasta atau perguruan tinggi swasta lainnya.” Namun, sesuai dalam perkara laporan polisi, Kepala Yayasan Bunaya Medan, dr Zainul Rambe, diduga belum pernah dipanggil sesuai pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan yang ditandatangani Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP I Putu Yudha Prawira SiK MH.

Kepala Yayasan Bunaya Medan, dr Zainul Rambe, mengatakan, laporan Khairunnisa, terkesan mengada-ngada, kata Rambe, dari seberang telepon selulernya, Jumat (18/5/2018). (mri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *