Pemilik Diskotik Berkedok Kafe Ice Cream Terancam UU Perlindungan Anak

MEDAN (bareskrim.com) | Pasca digrebeknya Discotik bagi remaja berkedok Kafe Ice Cream Garden di Jalan Slamat Ketaren, Medan. Hingga saat ini Satreskrim Polrestabes Medan masih terus melakukan penyelidikan yang mendalam.

Hal itu dikatakan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto yang didampingi Kasat Reskrim Polrestabes, AKBP Putu Yudha Prawira, dalam gelar konferensi persnya, Kamis (16/8/2018).

“Sang pemilik tempat, Salim Wongso dan Jia Lim, kita tetapkan sebagai tersangka. Namun tidak dilakukan penahanan, tapi wajib lapor. Karena kita harus memeriksa saksi-saksi lain termasuk dari Disnaker,” kata Kombes Pol Dadang Hartanto.

Dikatakannya, bahwa kedua tersangka menjadikan Kafe Ice Cream Garden sebagai Diskotik khusus anak dan memperkerjakan anak dibawah umur sebagai karyawan di Cafe tersebut untuk mendapatkan keuntungan materi.

“Diskotik khusus anak tersebut telah 3 bulan beroperasi dan setiap hari Sabtu, sang pemilik
menyediakan musik Disko yang mengundang seorang DJ dengan tamu yang datang ke kafe wajib membayar uang sejumlah Rp 15.000 ( lima belas ribu ) per orang dan mendapat 1 ( satu ) botol air mineral merek Himudo,” jelasnya.

Untuk pasal yang dipersangkakan, Pasal 88 Yo 76 I UU R.I No. 35 Thn 2014 Tentang Perubahan atas UU R.I No. 23 Thn 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Sebelumnya, pada hari Sabtu (11/8) sekira Pukul 23.00 WIB, Polrestabes Medan melakukan razia terhadap Kafe Ice Cream Garden. Dari lokasi petugas mengamankan 71 orang, terdiri dari 56 orang laki-laki dan 15 perempuan yang masih di bawah umur. Empat diantaranya positif narkoba.

Sedangkan barang bukti yang diamankan berupa 1 (satu) buah Stempel, 1 (satu) botol Tinta merk Stamp Pad, 1 (satu) buah alas Stempel merk Debozz 1 (satu) unit Speaker merk JBL, 3 (tiga) unit Amplifier BT-2000, 6 (enam) buah Speaker, 1 (satu) buah Buku Catatan gaji, 1 (satu) buah botol air mineral merk Himudo, Lampu Disco, Uang sebesar Rp. 2.164.000,- (dua juta seratus enam puluh empat ribu rupiah). (nico/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *