Diduga Berlindung Dibalik Kalapas | Kakanwil Sidak Lapas Narkotika Kelas Tiga Langkat

LANGKAT (bareskrim.com) | Proses pembinaan para narapidana nampaknya tak se seram yang dibayangkan. Apalagi terhadap para gembong narkoba perusak generasi bangsa, disebut-sebut kerap mendapatkan keistimewaan di Lapas Narkotika Klas III Langkat.

Hal itu, terlihat ketika kru wartawan melakukan investigasi dan terlihat salah satu narapidana yang terjerat kasus penyalahgunaan narkotika yang kini menjalani masa tahanannya di Lapas Klas III Langkat, mendapatkan perbedaaan dari sektor fasilitas meski didalam penjara.

Salah satu narapidana itu sebut saja, Herry Wibowo bin Samsul Arifin alias Kewel terpaksa berhadapan dengan hukum sesuai putusan perkara 3958/Pidana Khusus/2016/Pengadilan Negeri Medan, dengan hukuman penjara selama 8 tahun8 bulan dan denda 1 milyar Subsider 1 bulan.

Kewel yang merupakan warga Jalan Pukat Harimau, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, ini diduga kuat melakukan pemberian upeti terhadap Lapas Klas III Langkat yang dikepalai oleh Baktiar Sitepu.

“Oh..kalau bos itu kamarnya di Blok T3, didalam kamar khususnya itu ada water heater, dispenser dan pendinginan ruangan, bang. Itu kan bukan standar ruang tahanan dari Kemenkumham. Bahkan, kuat dugaan dia telah merombak lantai kamarnya dengan keramik menggunakan uang pribadinya,” ungkap salah seorang narapidana yang tak ingin namanya disebutkan karena takut diganggu.

Menurutnya, bukan hal yang biasa bagi mereka sesama napi uang sebagai kekuasaan.”Siapa yang tak tau kalau bos-bos narkoba itu menjadi raja dan penguasa didalam penjara ini. Dengan kekuatan uang, mereka bisa membeli segalanya. Abang bayangkan saja, dia (Kewel-red) punya kunci kamar pribadi, sehingga bisa keluar masuk dalam sel penjara kapan saja. Lebih hebatnya lagi, biar abang tau, kalau dia (Kewel-red) membuat ruang poloklinik menjadi ruangan besuk khusus. Fungsinya untuk pribadinya membawa masuk wanita dengan modus membesuk, ngeri gak itu bang,” ungkapnya.

Dikabarkan sebelumnya, Kewel dibuang dari rumah tahanan (rutan) Klas I Tanjung Gusta Medan, karena telah terindentifikasi mendirikan kekuasaan dari bisnis Narkoba.

Namun saat hal tersebut disampaikan kepada Ka.Kanwil Kemenkumham Sumut, Drs. Priyadi BCIP, S.H., mengaku bahwa pihaknya menerima sejumlah laporan terkait adanya narapidana kasus narkoba di Lapas Narkotika Klas III Langkat.

“Terimakasih atas laporannya, memang banyak kita terima laporan terkait hal tersebut dan akan kita tindaklanjuti. Akan ada sanksi tegas yang akan diberikan kepada narapidana yang memiliki fasilitas dan mengendalikan narkoba,” ungkap Priyadi.

Namun, saat di pertanyakan soal tindakan tegas terhadap Ka.Lapas Narkotika Klas III Langkat, ia mengatakan akan mendalaminya.

“Inikan era perubahan, tidak ada lagi fasilitas khusus dan tidak ada kekuatan warga binaan untuk berbisnis narkoba didalam penjara. Ayo kawan-kawan media bantu kita untuk membenahinya. Ada informasi akurat silahkan kabari langsung ke saya, pasti ada sikap tindak lanjut nya,” pungkasnya.(nico/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *