Ungkap ‘Gudang’ Sabu | Napi LP Tanjunggusta Tewas Ditembak

MEDAN (bareskrim.com) | Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut berhasil mengungkap tempat pembuatan (home industri) narkotika jenis sabu-sabu di Kota Medan.

Kepala BNNP Sumut, Brigjen Marsauli Siregar mengatakan, dalam pengungkapan tersebut pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 8 orang, yakni MA, selaku pemilik pabrik sabu yang berdomisili di Bekasi, ZK alias AG dan MR alias IJ, sebagai makelar penjual yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjunggusta, ZL sebagai kurir, IS selaku pembeli, MM istri ZL sebagai penjaga gudang, serta RZ kurir BYK, merupakan nara pidana LP Tanjunggusta yang tewas ditembak mati karena melakukan perlawanan dan berusaha kabur.

“Pengungkapan ini berdasarkan informasi yang diterima, adanya jaringan narkotika jenis sabu-sabu yang dikendalikan tersangka MA. Mereka memiliki gudang sendiri untuk menyalurkan sabu-sabu. Gudang mereka berada di Perumnas Helvetia. Dari situ mereka membuat sabu dan mengedarkannya melalui jaringan yang ada di LP Tanjunggusta dan Tebingtinggi,” ungkap Marsauli di kantornya, Senin (17/9/2018).

Penangkapan pertama, terang Marsauli, dilakukan terhadap ZL di Jalan Setia Makmur, Sunggal pada Selasa (11/9/2018). Saat itu, ZL hendak mengantarkan 2 Kg sabu masing-masing 1 Kg kepada IS dan RZ (kurir BYK). “Setelah ZL ditangkap, lalu penangkapan juga dilakukan terhadap RZ,” sebutnya.

Kemudian dilakukan penggeledahan di rumah ZL, kompleks BTN Desa Suka Maju Sunggal dan ditemukan 7 botol Aceton, 4 mengandung mathampetamina dan beberapa tas jinjing yang digunakan sebagai tempat membawa sabu yang diterima ZL dari JF (DPO).

“Dari rumah ini juga diamankan MM yang merupakan istri ZL, karena rumah mereka dijadikan gudang penyimpanan. Berdasarkan keterangan ZL, sudah setahun disuruh JF sebagai kurir dan penyimpan dengan upah Rp 1,5 juta setiap Kg/bungkus, serta telah mengedarkan sebanyak 235 bungkus sabu tersebut,” jelasnya.

Petugas BNNP Sumut yang bekerjasama dengan BNN Pusat menangkap MA di Bekasi. Setelah itu ditangkap BYK dari LP Tanjunggusta melalui bon tahanan dan IS di rumahnya di Johor, demikian juga ZK serta MR.

Selanjutnya, sambung Marsauli, pada (12/9/2018), dilakukan pengembangan terhadap BYK untuk menunjukkan lokasi penyimpanan narkotika dan jaringannya.

Namun dalam perjalanan, BYK melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri, sehingga terpaksa diberi tindakan tegas dengan tembakan yang mengenai punggungnya dan tewas saat di perjalanan menuju RS Bhayangkara.

“Karenanya para tersangka ini akan diancam hukuman seumur hidup atau pidana mati sebagaimana pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) yo pasal 132 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika,” pungkasnya. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *