HeadlineKriminalitasMedan

BNNK Deliserdang Tes Urin 145 Sipir Lapas Lubukpakam

MEDAN (bareskrim.com) | Pasca oknum sipir Lapas Lubukpakam Maredi yang kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh BNN pusat saat menerima paket narkoba jenis sabu sebanya 50 gram dari seorang kurir di depan lapas Lubuk Pakam, pada minggu (16/9/2019) lalu.

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Deliserdang melakukan tes urin secara mendadak terhadap 145 sipir lapas lubuk pakam, pada Sabtu (29/9/2018) pagi tadi.

Tes urin mendadak ini dipimpin langsung oleh kepala BNNK Kabupaten Deli Serdang AKBP Safwan Khayat yang didampingi kapolsek lubuk pakam dan sejumlah anggota bnnk dan kepolisian yang ikut membantu melakukan tes urin mendadak ini.

Tes urin di lapas Lubuk Pakam ini dilakukan untuk mengetahui anggota sipir lapas lubuk pakam bersih atau tidaknya dari pengaruh narkotika ini, sehingga kasus Maredi tidak terjadi lagi dan Lapas Lubuk Pakam diharapkan bersih dari peredaran narkoba.

Kepala Lapas Lubukpakam Prayer Manik yang lebih dahulu melakukan tes urine dan urinnya langsung diterima kepala BNNK Kabupaten Deli Serdang AKBP Safwan Khayat untuk diperiksa, selanjutnya ratusan sipir lapas Lubuk Pakam ikut mengantri untuk melakukan tes urine tersebut.

Menurut Kepala Lapas Lubukpakam Prayer Manik, tes urin ini dilakukan mendadak dan kegiatan yang dilakukan pihak BNNK Deli Serdang ini sangatlah kita dukung agar lapas Lubukpakam bersih dari narkoba.

“Yah kalau kita ingin bersih dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba, harus internal lapas dulu yang harus diperiksa, salah satunya dengan cara tes urin ini, ujar Prayer Manik.

Prayer Manik juga menambahkan, bahwa anggotanya Maredi yang terkena OTT BNN Pusat saat menerima Paket Narkoba Jenis sabu, saat ini masih menjalankan pemeriksaan dan Maredi juga terancam dipecat.

Sementara Kepala BNNK Kabupaten Deli Serdang AKBP Safwan Khayat menambahkan bahwa tes urine ini dilakukan mendadak terkait penangkapan petugas sipir lapas lubuk pakam pada 16 September 2019 lalu.

“Kita ingin kasus di Lapas Lubuk Pakam ini merupakan kasus terakhir, dan para Sipirnya harus benar-benar bersih dari penggunaan Narkoba, sehingga para Napi tadinya masih bermain sebagai bandar narkoba di dalam lapas dapat terhenti dengan sendirinya,” papar Safwan.

Sebelumnya diketahui bahwa penangkapan sipir Lapas Lubuk Pakam Maredi oleh tim BNN pusat ini/ merupakan titik awal pengungkapan peredaran narkoba jaringan international dengan jumlah 36,5 Kilogram dan 3.000 butir pil ekstasi dari sejumlah daerah di Sumatera utara. (nico/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button