HeadlineIndeksKriminalitas

Polda Bongkar Tempat Pengoplos Gas di Marelan

MEDAN (bareskrim.com) | Petugas Subdit I/Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut membongkar tempat pengoplosan gas elpiji bersubsidi. Ratusan tabung gas elpiji 3 kilogram (Kg) itu diamankan.

Kasubdit I/Indag, Kompol Roman Smaradana Elhaj, menerangkan setidaknya 500 tabung elpiji bersubsidi kosong diamankan berikut dengan tabung non subsidi 50 Kg dan 19 Kg. Ia mengatakan akibat ulah pelaku pengoplosan gas tersebut suplai gas elpiji bersubsidi di Medan langka.

“Jadi kita amankan pada 26 September di Gudang Becer Jalan Marelan 6 Pasar II Timur, Komplek Marelan Permai, Kelurahan Titipapan Kecamatan Marelan. Tersangka satu orang yang kita amankan Ali Hamka Hasibuan. Mereka mengaku sudah beroperasi kuranglebih satu bulan,” papar Roman kepada awak media, Jumat (28/9/2018).

Ia menerangkan, modus pelaku adalah mengoplos isi tabung gas 3 Kg dimasukkan ke dalam tabung gas 50 Kg dan 19 Kg.

“Jadi untuk tabung gas 50 kg memerlukan kira-kira 19 tabung gas. Harga tabung gas 50 kg kalau dijual Rp450 ribu, setidaknya dari penjualan 1 tabung gas 50 kg pelaku bisa meraup untung Rp100 ribu. Mereka inilah salahsatunya yang buat kelangkaan elpiji subsidi di Medan,” ungkapnya.

Akibat perbuatan pelaku kerugian negara mencapai Rp500 juta dalam sebulan. Menurut Roman, pelaku menjual gas non subsidi itu ke sejumlah wilayah di Medan.

“Untuk tabung gas subsidinya, pelaku leles (ambil) dari agen-agen yang ada di Medan pula,” katanya.

Untuk saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terkait kasus itu apakah ada keterlibatan pihak-pihak lain.

“Untuk keterlibatan yang lain kita masih melakukan pendalaman lebih lanjut,” sebutnya.

Selain membongkar praktik pengoplosan gas bersubsidi, pihaknya juga mengamankan rokok dengan cukai palsu sebanyak 38 kotak. Untuk mengelabui petugas, pelaku memasukkan rokok ilegal itu ke dalam kardus bergambar udang.

“Kalau rokok ini diamankan di Jalan Bromo. Ada 38 kotak dengan kotak bergambar udang untuk mengelabui. Jadi pita cukainya dibuat sendiri, dipalsukan. Barang itu dikirim dari Sidoarjo dikirim via jasa travel,” ungkapnya.

Dari 38 kotak rokok yang diamankan itu tampak dua merek rokok yakni Mahkota dan Bunga Cakra. Untuk kasus ini, ia mengatakan bukan wewenangnya untuk melakukan penindakan.

“Kita akan serahkan ke Bea Cukai kasusnya, karena itu kewenangan mereka. Kami hanya mengamankan saja. Dari hasil pemeriksaan pelaku telah melakoni bisnis tersebut selama empat bulan,” pungkasnya. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button