Razia Jelang Natal | 7 Preman Amplas Diciduk Polsek Patumbak

MEDAN (bareskrim.com) | Free Man, calo dan pelaku kejahatan lainnya yang beraksi di seputaran Jalan Sisingamangaraja dan Terminal Amplas, menjadi sasaran razia Polsek Patumbak jelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar Fitriadi SIK didampingi Kanit Reskrim Iptu Budiman Simanjuntak SE MH mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menekan angka kejahatan yang pada akhirnya menciptakan suasana kondusif, aman dan nyaman terutama menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Razia yang dipimpin langsung oleh
Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi SIK bersama Kanit Reskrim Iptu Budiman Simanjuntak SE MH beserta tim pegasus bergerak mulai dari Jalan Sisingamangaraja dan tempat lainnya.

“Adapun hasil yang diamankan adalah sebanyak 7 orang yang memungut biaya kepada pengguna jalan, seperti calo, Pak Ogah di persimpangan jalan dan lainnya,” ungkap Ginanjar, Jumat (21/12/2018)

Menurut Ginanjar, Operasi ini masih akan berlanjut dan pengamanan semakin kita perketat sampai perayaan Natal, 25 Desember 2018 dan Tahun Baru 1 Januari 2019 mendatang.

Dikatakannya, tak hanya premanisme saja yang kita berantas 10 hari ke depan menjelang Natal dan Tahun Baru. Ginanjar menyatakan, pihaknya masih akan menyasar segala bentuk premanisme seperti begal, jambret, copet, pemalakan, perampasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, dan yang lainnya.

Ginanjar mengaku pihaknya sudah melakukan analisis dan evaluasi terhadap masyarakat melalui petugas keamanan dan ketertiban masyarakat di masing-masing wilayah seperti adanya Pos PAM.

Dengan adanya hal tersebut, ia berharap angka kejahatan bisa ditekan. Dari razia ini, preman yang berhasil ditangkap tidak ada yang berada di bawah umur selanjutnya akan didata dan diberi pembinaan

“Kami sudah membentuk tim khusus yang sekarang melakukan operasional ada yang berpakaian preman dan dinas yang bisa dilihat masyarakat,” tegas Ginajar

“Kami berharap masyarakat bisa berpartisipasi, satu dengan lainnya untuk melaporkan, mencatat, memvideokan jika melihat kejadian kejadian yang mengganggu Kamtibmas. Polisi wajib menindaklanjuti laporan tersebut,” katanya. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *