Terlantar 10 Hari di Hotel | Jemaah Umroh Laporkan PT AM ke Polisi

MEDAN (bareskrim.com) | Diduga jadi korban penipuan salah satu perusahaan travel umroh PT AM beralamat di Binjai, puluhan jamaah calon umroh mengadu ke Mapolda Sumut, Jumat (28/12/2018).

Ramses Pandiangan SH dan Wami Prabowo SH selaku pengacara 53 orang jamaah umroh yang ikut mendampingi jamaah mengatakan, para jamaah dijanjikan berangkat umroh ke tanah suci sejak Oktober lalu.

Namun keberangkatan terus tertunda sampai tanggal 18 Desember 2018 mereka dijanjikan berangkat sehingga mereka diinapkan di Hotel Wings di kawasan bandara Kualanamu selama 10 hari yang memang biayanya dibiayai perusahaan travel tersebut.

Namun setelah 10 hari sesuai kontrak penginapan dengan pihak hotel, janji berangkat tak juga terujud. Jamaah yang sebagian besar berasal dari Kabupaten Langkat dan Binjai itu mulai mempertanyakan kepada pimpinan travel, namun jawaban yang diperoleh jamaah tak juga ada kepastian bahkan saat dihubungi lewat telepon seluler pimpinan travel tak aktif lagi.

Merasa tertipu apalagi jamaah sudah melunasi ongkos umroh dengan jumlah variasi antara Rp18 sampai Rp 30 juta per orang, akhirnya dengan kesepakatan kasus ini dilaporkan ke Mapoldasu yang diterima unit SPKT (sentra pelayanan kepolisian terpadu).

“Kita berharap pelaku bisa ditindak sesuai hukum yang berlaku,” kata Wami Prabowo yang diamini Ramses. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *