Kapolrestabes Medan Paparkan Pelaku Pembunuhan Nek Rajeng

MEDAN (bareskrim.com) | Nyaris sebulan berlalu, petugas Reskrim Polsek Sunggal akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Rajeng (70) warga Jalan Abdul Hakim, Gang Setia, Tanjung Sari Medan Selayang.

Dari pengungkapan itu, tiga orang pelaku diamankan petugas dari lokasi yang berbeda. Ketiganya yakni Edy Setiawan alias Iwanju (42) warga Jalan Setia Budi, Gang Rambe, Tanjung Sari, Medan Selayang, Edy Saputra alias Sardik (45) warga Jalan Murni, Setia Budi dan Tri Adi Winata (17) warga Jalan Abdul Hakim, Pasar 1, Gang Setia, Tanjung Sari, Medan Selayang.

Penangkapan terhadap ketiganya bermula dari hasil Lidik petugas yang mendapat informasi akurat bahwa pelaku pembunuhan tersebut merupakan Edy Setiawan alias Iwanju. Tak butuh waktu lama, petugas pun menemukan Iwanju sedang melintas di komplek Pemda, Sempakata, PB Selayang II. Tanpa kesulitan berarti, Iwanju pun berhasil diamankan dan diboyong.

“Kemarin, Kamis (24/1) unit Reskrim Polsek Sunggal mendapat informasi keberadaan pelaku Iwanju. Maka langsung dilakukan penangkapan di daerah komplek Pemda,” tutur Kapolrestabes Medan, AKBP Dadang Hartanto kepada awak media, Jumat (25/1/2019).

Berhasil mengamankan Iwanju, petugas pun melakukan interogasi. Hasilnya, dari pengakuan Iwanju, dirinya beraksi tak sendiri. Dari keterangannya, petugas pun melakukan pengembangan untuk menangkap dua rekan Iwanju. Tak butuh waktu lama, tepatnya Jumat (25/1) dinihari, petugas pun berhasil mengamankan Edy Saputra alias Sardik dan Tri Adi Winata. Keduanya diamankan di seputaran Jalan Setia Budi.

“Setelah mengamankan ketiganya, kita melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti. Namun, saat dilakukan pengembangan, pelaku Iwanju dan Sardik mencoba melawan petugas dan berusaha kabur. Maka kita lakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kedua kaki keduanya,” tutur Dadang.

Meski sudah berupaya kabur, petugas pun berhasil mengumpulkan beberapa barang bukti dari tangan ketiga pelaku.

“BB yang kita amankan ada dua unit sepeda motor, yakni Honda Vario BK 3815 RAU dan Honda Supra tanpa plat dan dokumen. Selanjutnya ada dua pasang baju dan dua unit HP,” beber Dadang memberikan keterangan pers tepat di halaman rumah korban.

Masih kata orang nomor satu di jajaran Polrestabes Medan itu, dalam menjalankan aksinya, ketiga pelaku berbagi peran. Tri yang merupakan tetangga korban berperan sebagai pemantau situasi rumah korban. Sementara Iwanju dan Sardik berperan sebagai eksekutor.

“Jadi motifnya perampokan. Tri memantau situasi, setelah melihat situasi sepi dan aman, Tri menghubungi Iwanju dan Sardik. Selanjutnya keduanya masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang,” lanjutnya.

Berhasil masuk kedalam rumah, kedua pelaku merangsek masuk ke dalam kamar korban. Tak mau korban menjadi penghalang aksi mereka, Iwanju langsung mengikat tangan dan Kaki korban. Tak cukup disitu, Iwanju juga membekap mulut korban dengan menggunakan tangannya agar korban tak berteriak.

“Saat dibekap, korban tak bersuara lagi. Selanjutnya keduanya mengambil barang-barang milik korban dan kabur,” ungkap Dadang.

Berhasil menggasak harta berharga Rajeng, para pelaku pun menjualnya dan berhasil meraup uang sebesar Rp 15 juta.

“Dari Rp 15 juta itu, pelaku Tri mendapat bagian Rp 2 juta. Sementara Iwanju dan Sardik masing-masing mendapat Rp 6,5 juta,” pungkasnya.(nico/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *