Dua Pelaku Spesialis Jambret di Medan Diciduk

Pelaku: Hasilnya Dibelikan Narkoba

MEDAN (bareskrim.com) | Dua pelaku spesialis jambret yang kerap beraksi di seputaran Kota Medan ditangkap personel Subdit III/ Umim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara.

Kedua pelaku spesialis jambret adalah L (23) dan Y (36). Mereka ditangkap di Perumahan Lestari Sei Mencirim, Kabupaten Deliserdang.

Direktur Reserse Kriminal Umum
Polda Sumatera Utara, Kombes Andi Rian didampingi wakil direktur AKBP Donald Simajuntak dan Kasubdit III/Umum, AKBP Maringan Simajuntak mengatakan bahwa penangkapan pelaku berdasarkan keterangan beberapa korban dan beberapa orang saksi.

“Setelah itu dilakukan penyelidikan dan akhirnya ditangkaplah dua orang tersangka ditempat yang sama. Mereka ditangkap di rumah L,” ucap Andi Rian kepada awak media, Senin (5/8/2019).

Dalam melakukan aksi, Y bertindak sebagai pengemudi sepeda motor dan L sebagai eksekutor yang melakukan jambret atau perampasan. Korban dari kejahatan pelaku diantaranya Tugiyem, Maya Sari, Agustina Tampubolon dan Juliana Nadeak.

“Korban semuanya adalah wanita, pelaku melakukan jambret ketika korbannya sedang lengah diantaranya di Kecamatan Sunggal, Jalan Ring Road, Jalan Setia Budi. Korban dijambret ketika sedang menunggu angkutan kota, ketika korban sedang berbelanja dan lainnya,” kata Andi Rian.

Dari pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya lima unit sepeda motor, tujuh unit handphone, dua puluh lima dompet dan tas.

“Tas itu milik korban yang dijambret, sepeda motor pelaku awalnya hanya satu, lalu setelah melakukan jambret, akhirnya beli satu sepeda motor lagi untuk beraksi. Tiga sepeda motor lagi masih dalam pemeriksaan apakah dokumennya lengkap atau tidak. Kita pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Direktorat Lalulintas Polda Sumatera Utara,” ujar Andi Rian.

Ditempat yang sama, Kasubdit III/Umum, AKBP Maringan Simanjuntak ketika diwawancarai awak media mengaku masih melakukan pengembangan dimana pelaku menjual hasil curiannya.

“Sampai saat ini masih dilakukan pengembangan untuk mencari tau penadah hasil curian mereka, lalu mencari apakah masih ada tempat kejadian perkara (TKP) lainnya dari pelaku. Atas perkara ini, pelaku dipersangkakan melanggar pasal 365 ayat 1 yo pasal 363 ayat 3 dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” ujar Maringan.

Sedangkan kedua pelaku, ketika diinterogasi petugas kepolisian mengakui bahwa hasil kejahatan mereka selalu dibelikan narkoba.

“Iya pak, hasil kejahatan dibeli narkoba jenis sabu sabu dan sebagian lagi untuk kebutuhan hidup,” aku L dan Y. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *