MUI Sumut: Program KKBPK BKKBN Tak Bertentangan Dengan Islam

MEDAN (bareskrim.com) | Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumut melakukan advokasi dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada 80 orang peserta yang berasal dari MUI Kabupaten/Kota.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Drs Temazaro Zega MKes, Ketua Umum MUI Sumut, Prof Dr H Abdullah Syah MA, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Provsu, Muna Lubis SSos, dan Ketua Forum Antar Pemuka Agama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (FAPSEDU) Sumut, Prof Dr H Hasan Bakti Nasution MA.

Ketua Umum MUI Sumut, Abdullah Syah menekankan, program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dari BKKBN bukanlah hal yang bertentangan dengan agama Islam, melainkan program yang seharusnya didukung.

“MUI Sumut mendukung penuh pelaksanaan Program KKBPK, terlebih saat ini laju pertumbuhan penduduk di Indonesia khususnya Sumatera Utara masih tinggi,” ujarnya, saat membuka kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, (26-27 Agustus), di LJ Hotel Medan.

“Program KKBPK ini juga berupaya untuk mewujudkan keluarga yang samawa, berkualitas dan sejahtera sehingga dapat menghasilkan generasi emas yang berkualitas dan bertakwa. Karena itu perlu upaya kita bersama untuk menyukseskan program ini,” tambahnya.

Dalam materinya, Ketua Forum Antar Pemuka Agama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (FAPSEDU) Sumut, Hasan Bakti Nasution mengungkapkan bahwa pertambahan penduduk yang tidak terkendali menimbulkan persoalan ruang, seperti kepadatan dan terbatasnya ruang tempat tinggal dan ruang fasilitas. Juga menimbulkan persoalan lingkungan, seperti banyaknya tempat kumuh, kekeringan, kebakaran, polusi udara, dan sebagainya.

“Untuk menghindari permasalahan-permasalahan tersebut pertumbuhan penduduk harus dikendalikan, sehingga terwujud ekosistem sebagai pengendali lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, dalam kata sambutannya Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Temazaro Zega, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dan kerja sama yang terjalin dengan baik selama ini, antara BKKBN Sumut dengan MUI Provsu. MUI, lanjutnya, merupakan mitra kerja BKKBN yang sangat berkomitmen membantu menyosia¬lisasikan program KKBPK kepada masyarakat.

Temazaro berharap, melalui pertemuan ini MUI dan para tokoh agama mampu meyakinkan masyarakat bahwa program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga tidak bertentangan dengan ajaran agama yang mereka anut dan tidak menganggu kesehatan, bahkan melalui program ini dapat mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera.

“Dalam program KKBPK ini, juga terdapat 8 fungsi keluarga yang seharusnya dipenuhi oleh setiap keluarga di Indonesia, dimana fungsi agama adalah fungsi yang utama. Keluarga menjadi tempat di mana nilai agama diberikan, diajarkan, dan dipraktikkan,” jelas Temazaro.

Di sini, ungkap Temazaro, orangtua berperan menanamkan nilai agama sekaligus memberi identitas agama kepada anak. “Keluarga yang berhasil menerapkan nilai-nilai agama melalui contoh dalam kehidupan sehari-hari mampu memberikan fondasi yang kuat bagi setiap anggota keluarganya,” ucapnya. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *