Poldasu Paparkan Kasus Pemalsuan Dokumen Ganti Rugi Pelepasan Tanah

MEDAN (bareskrim.com) | Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara menahan pelaku dugaan memalsukan dokumen pelepasan ganti rugi lahan seluas 5 hektar di Kelurahan Polonia, Kecamatan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara berinisial RM. Dia dilaporkan oleh PT Anugerah Dirgantara Perkasa.

Informasi yang diterima awak media, bahwa PT Anugrah Dirgantara Perkasa (ADP) ditahun 1990 mendapat surat rekomendasi dari pihak TNI AU untuk melakukan pembebasan tanah di Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Sumatera Utara. Ditahun 1991, PT ADP mendapatkan izin prinsip dari Gubernur Sumatera Utara, untuk melakukan pembebasan lahan itu.

Kemudian, ditahun 1995 dan 1997, PT ADP mendapatkan ijin prinsip dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Medan untuk melakukan pembebasan tanah di tempat yang sama dan ditahun itu juga mendapatkan rekomendasi perpanjangan izin lokasi untuk keperluan usaha pembangunan perumahan.

Adapun lahan yang kini dimiliki oleh PT ADP dengan lima surat itu seluas kurang lebih 47 hektar. Mereka juga melakukan cara pembelian secara ganti rugi kepada masyarakat. Lalu surat sebagai alas hak atas tanah telah ditingkatkan sebanyak 42 hektar menjadi Surat Hak Guna Bangunan (SHGB) terdaftar atas nama PT ADP dan lima hektar masih dalam proses.

Akan tetapi, di bulan Februari tahun 2010, RM diduga membuat dan menggunakan surat palsu, dia telah mengakui bahwa tanah lima hektar itu sebagai hak dari ahli waris almarhum Tju Tham Soon dan telah dilakukan jual beli dengan cara ganti rugi sebagai akta pelepasan hak atas tanah.

“Atas hal itu, PT ADP mengalami kerugian hilangnya hak atas tanah seluas lima hektar. Lalu PT ADP melalui Arsyad Lis membuat laporan ke Mapolrestabes Medan. Bahkan terlapor RM sudah ditetapkan sebagai daftat pencarian orang (DPO). Dengan bekal itu, kita (kepolisian) terus melakukan pencarian dan akhirnya menemukan pelaku berinisial RM,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Andi Rian didampingi Kasubdit II Harda Bangtah, AKBP Edison Sitepu dan Kasubdit III Umum, AKBP Maringan Simajuntak, kepada awak media, Rabu (11/9/2019).

Pelaku RM (51) warga Jalan Karya I, Kelurahan Karang Berombang, Kecamatan Medan Barat awalnya diburu polisi dikediamannya, Senin (9/9/2019, tetapi rumahnya itu dalam keadaan tidak berpenghuni. Kemudian, esok harinya RM menyerahkan diri kepada petugas kepolisian.

“Jadi Pelaku mengakui perbuatannya, modus yang dilakukan dia adalah membuat akte pelepasan ganti rugi dihadapan notaris seolah-olah ada transaksi penyerahan uang, itu fiktif. Kita persangkakan pelaku melanggar pasal 266 (1) Yo Pasal 263 (1) dan (2) Subs Pasal 385 KUHPidana dengan ancaman hukuman empat tahun,” ucap Andi.

Dari perkara ini, kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi, terutama dari BPN Kota Medan dan sejumlah barang bukti. “Pelaku kita lakukan penahanan,” tandas dia. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *