Diduga Terlibat Penipuan | Anggota DPRD Sumut Abaikan Panggilan Poldasu

MEDAN (bareskrim.com) | Anggota DPRD Sumut terpilih, Benny Harianto Sihotang abaikan panggilan penyidik Subdit II/Hardabangtah Direktorat Reskrimum Polda Sumut.

Seyogianya, Benny diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan penipuan proyek revitalisasi Pasar Horas Pematangsiantar bernilai Rp 1,7 Miliar pada Senin (16/9/2019).
“Dia (Benny Sihotang, red) tidak datang hari ini dan tidak ada pemberitahuan alasannya ke penyidik,” kata Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Andi Rian melalui Kasubdit II/Hardabangtah, AKBP Edison Sitepu kepada awak media.
Menurut Edison, pihak Benny Sihotang tidak memberi tahu alasannya untuk tidak menghadiri panggilan penyidik. Selanjutnya penyidik akan melayangkan panggilan kedua.
“Kita sudah siapkan panggilan kedua untuk kehadiran tersangka Benny Sihotang pada Jumat (20/9/2019) mendatang,” terang Edison.
Edison menegaskan, sesuai aturan berlaku, jika tersangka Benny Sihotang kembali tidak menghadiri panggilan penyidik pada Jumat mendatang, maka akan dilakukan upaya bawa paksa.
“Kalau hari Jumat nanti dia juga tidak datang, barulah kita lakukan upaya bawa paksa,” tegas Edison.
Sebelumnya, penyidik Subdit II/Hardabangtah Direktorat Reskrimum Polda Sumut, menetapkan Benny Harianto Sihotang dan Fernando Nainggolan alias Moses sebagai tersangka dugaan penipuan proyek revitalisasi Pasar Horas Pematangsiantar.
“Dua orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka atas nama Benny Harianto Sihotang dan Fernando Nainggolan alias Moses,” terang Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Andi Rian, Kamis (12/9/2019) lalu.
Kata dia, otak pelaku kasus dugaan penipuan ini adalah Benny Sihotang, sedangkan Fernando Sihotang turut serta. Korban Rusdi Taslim melaporkan Benny Harianto Sihotang ke Mapolda Sumut. Korban merasa dirugikan sebesar Rp1,7 Miliar. (amri/B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *