CSR Asian Agri Luar Biasa | Dukung Kemapanan Ekonomi Desa

JAMBI (bareskrim.com) | Asian Agri luar biasa. Kiasan kata itu dilontarkan Camat Maro Sebo Ilir Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi, Sanusi SAg menyikapi program Coorporate Social Responsibility (CSR) perusahaan perkebunan kepala sawit yang beroperasi di tiga provinsi, yakni Sumatera Utara (Sumut), Riau dan Jambi.

Menurutnya, tak ada kata lain yang dapat terucapkan melihat kepedulian Asian Agri membantu kesejahteraan masyarakat. “Saya tidak menyangka dan baru tahu bahwa di Desa Kehidupan Baru, SP V ini sudah terbangun pondasi kemapanan ekonomi hasil bantuan program CSR dan kerjasama dengan PT Inti Indosawit Subur (IIS) yang merupakan unit bisnis perusahaan Asian Agri,” katanya disela peresmian kandang sapi bantuan CSR PT IIS Muara Bulian ke kelompok ternak sapi Makarti Utama, 19 September 2019.

Menurut Camat, dengan adanya kelompok ternak Makarti Utama ini, desa akan mempunyai produk unggulan yang tidak dipunyai oleh desa lain. “Bisa diceritakan dalam pemaparan nanti bahwa kelompok ternak ini adalah hasil binaan dan kerjasama dengan PT Inti Indosawit Subur, sehingga baik desa dan  perusahaan pun akan terangkat naik serta semakin dikenal,” ucapnya.

Pemerintah berharap, program seperti ini tetap berkelanjutan, dan juga diimbau kepada aparatur desa lain untuk mencontoh kelompok ternak Makarti Utama ini.

Peresmian kandang sapi bantuan CSR PT IIS Kebun Muara Bulian ke kelompok ternak sapi Makarti Utama dihadiri Head CSR Asian Agri, Welly Pardede,
Kapolsek MSI Iptu Jhon Riahman Sinaga, Kepala Desa Kehidupan Baru Hilal, GM PT IIS Kebun Muara Bulian, Muhammad, Manager Plasma Sahala Mahulae beserta staf dan Anggota Kelompok Tani Makarti Utama.

Sementara itu, Head CSR Asian Agri, Welly Pardede mengatakan, melalui program CSR, Asian Agri mendukung program-program pemerintah di segala bidang. “Kali ini, CSR kita berikan di bidang ekonomi, yaitu upaya peningkatan ekonomi kemasyarakatan berternak sapi kelompok Makarti Utama,” jelasnya.

Welly membeberkan, awalnya bantuan kepada kelompok ini sejak tahun 2009 sebanyak 21 ekor sapi, kemudian dibantu juga pembuatan kandang. “Tahap selanjutnya perusahaan mewujudkan jembatan penyeberangan yang menuju ke kandang dan pada akhirnya pada hari ini diresmikan satu lagi bantuan kandang karena semakin berkembangnya ternak sapi tersebut,” ucap Welly.

Disebutkan, jumlah perkembangan sapinya sangat pesat. “Awalnya 21 ekor untuk 10 anggota dalam kelompok. Dan dalam waktu hampir 10 tahun, total sapi sudah mencapai 120 ekor, dengan perincian 60 ekor masih diternakkan dan 60 ekor lagi sudah dijual,” ulasnya seraya menambahkan, perusahaan Asian Agri dalam memberikan bantuannya tetap berkelanjutan, tidak hanya sekali selesai tetapi langgeng sampai waktu yang lama.
Untuk itu sistem berternak seperti Makarti Utama ini bisa dicontoh dan dikembangkan di kelompok atau desa lain. Apalagi di seputar kebun sawit ini masih berlimpah bahan pakan ternak.

Mbah Sumaryo selaku Ketua Kelompok Ternak Sapi Makarti Utama menyebutkan, untuk berhasil tidaklah mudah, tapi dengan penuh semangat dan kerja keras didampingi terus oleh perusahaan akhirnya menuai hasil.
“Perusahaan sendiri tidak melepas kami begitu saja, tetapi terus membina sampai kami difasilitasi untuk belajar studi banding ke luar pulau, yaitu Bali, untuk menimba ilmu disana serta adanya fasilitas pendampingan dari Dinas Peternakan Kabupaten Batanghari,” jelasnya.

Program ini sangat baik sekali, karena dapat mendorong pendapatan masyarakat untuk menunjang kesejahteraan hidup petani kelapa sawit. “Jika suatu saat sawit replanting, maka kami (warga desa) masih ada sumber pendapatan yang berbeda. Dalam kesempatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa telah berhasil mewujudkan mimpi  mensejahterakan keluarga melalui ternak sapi melalui uluran tangan Asian Agri. Mimpi ini kami raih berkat Asian Agri yang berperan serta membangun masyarakat melalui program program CSR-nya,” ucapnya.

GM PT IIS, Muhammad memaparkan, Asian Agri ingin selalu hadir dalam setiap pembangunan di tengah masyarakat. “Perlu kami sampaikan bahwa dalam memberikan CSR, perusahaan sudah melihat dan mengkaji terlebih dahulu, jangan sampai bantuan nanti tidak tepat sasaran atau sia-sia dan akhirnya tidak menimbulkan dampak positif terhadap masyarakat,” ungkapnya. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *