Para Pedagang Tersenyum Relokasi Pasar Timah Terwujud

MEDAN (bareskrim.com) | Kerjas keras Dirut PD Pasar Medan Rusdi Sinuraya lewat pendekatan persuasif dalam program revitalisasi Pasar Timah berbuah manis. 332 pedagang dengan senang hati bersedia direlokasi ke tempat penampungan sementara.

Bahkan, para pedagang mengakui pendekatan yang dilakukan Dirut PD Pasar sangat simpatik, sehingga tidak ada pedagang yang keberatan untuk menempati penampungan sementara menunggu rampungya pengerjaan revitalisasi Pasar Timah.

Di tangan Rusdi Sinuraya, program revitalisasi yang sudah direncanakan enam tahun lalu tidak lagi terkendala karena PD Pasar dan jajaran tak henti mensosialisasikan dan melobi pihak terkait, di antaranya pengelola pasar, para pedagang dan kuasa hukumnya tentang program tersebut.

Pendekatan persuasif terus dilakukan, seperti diskusi yang digelar penuh kekeluargaan antara pedagang, pengelola pasar dan kuasa hukum pedagang, (26/9/2019), agar langkah awal merelokasi pedagang dalam program revitalisai Pasar Timah berjalan sesuai rencana.

Karenanya para pedagang sangat mengapresiasi kinerja Dirut PD Pasar Kota Medan, Drs Rusdi Sinuraya. Itu semua berkat kepiawaian dan komitmen membela kepentingan pedagang dalam program tersebut.

Sunart misalnya, satu dari 322 pedagang pasar yang direlokasi menyusul adanya program revitalisasi Pasar Timah tersenyum, bahkan mengucapkan terima kasih kepada Dirut PD Pasar Kota Medan karena jaminan mendapatkan kios dari Dirut setelah revitalisasi rampung.

“Alhamdulillah. Terimakasih banyak ya Pak Dirut. Selama ini kami belum ada mendapat kepastian. Kami tahu persis, Dirut PD Pasar yang sekarang sangat komitmen membela pedagang tradisional. Sekali lagi, terima kasih Pak Dirut,” ujar Sunarti yang mengaku sudah lebih dari 25 tahun berdagang di pasar itu.

Selain itu, Sunarti meyakini, kebijakan yang diambil Dirut PD Pasar Kota Medan Rusdi Sinuraya semata-mata untuk kepentingan pedagang. Itulah yang membuatnya tak ingin berlama-lama pindah.

Keyakinan Sunarti, yang sejak remaja berjualan di pasar itu, muncul setelah PD Pasar memenuhi tuntutan pedagang lewat surat perjanjian tertulis dan ditandatangani Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya dan kuasa hukum pedagang Asril Siregar.

“Maka dari itu, secara hukum, kami pedagang Pasar Timah sangat yakin dengan komitmen pak dirut bahwa kami tetap memiliki hak di pasar yang baru,” katanya.

Hal senada disampaikan Sulastri. Pedagang bunga yang sudah puluhan tahun berjualan di pasar tersebut juga mengapresiasi kebijakan Dirut PD Pasar Medan yang memberikan jaminan mendapatkan lapak di Pasar Timah yang baru.

Karenanya, ia tidak keberatan direlokasi ke penampungan sementara. “Cara-cara persuasif yang dilakukan PD Pasar kami anggap sebagai bentuk penghargaan kepada pedagang. Kami hanya ingin dihargai saja sebagai pedagang kecil. Jadi tidak ada pedagang yang keberatan direlokasi,” kata Sulastri.

Mereka berdua mengaku baru kali ini relokasi pedagang Pasar Timah berjalan lancar. Berbeda dengan proses relokasi sebelumya yang selalu menimbulkan masalah karena kebijakan diambil tidak sesuai dengan keinginan pedagang.

“Kali ini tidak ada pemaksaan kehendak. Kami melihat kebijakan yang diambil jajaran PD Pasar benar-benar membela pedagang. Baru kali ini pedagang tidak protes dipindahkan ke tempat penampungan sementara,” jelasnya.

Sebelumnya, Dirut PD Pasar Medan Rusdi Sinuraya menyatakan sadar betul gejolak hati yang dirasakan pedagang terkait relokasi sementara. Makanya, pihak PD Pasar mengabulkan permohonan pedagang minta waktu untuk memindahkan sendiri barang dagangannya.

“Pedagang asset bagi PD Pasar, kita harus bijak dan persuasif dalam proses relokasi ini karena program revitalisasi Pasar Timah yang digagas Pemerintah Kota Medan murni untuk kepentingan pedagang,” katanyai didampingi Direktur Operasional (Dirop) PD Pasar, Dr Yonny Anwar MSi, Dirbang PD Pasar Medan, Aripin Rambe SE dan Tamba dari Satpol PP Medan di Pasar Timah.

Menurut Rusdi, ini juga bagian dari rencana Allah untuk menjawab persoalan pedagang pasar tradisional. “Mungkin saja di tempat penampungan sementara adalah bagian dari ujian yang diberikan Allah. Lagian cuma enam bulan. Saya minta pedagang bersabar dulu. Karena Allah beserta orang-orang yang sabar,” ujar Rusdi Sinuraya. (isvan/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *