Temui Pengungsi | Panglima TNI dan Kapolri Meyakinkan Jamin Keamanan di Wamena

MEDAN (bareskrim.com) | Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D bersama Menkopolhukam, Wiranto, Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita dan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Selasa (8/10/2019) berkunjung ke Wamena, Papua.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpau, beserta pejabat uotama Polda Papua dan Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua beserta Forkopimda.

Dalam kunjungan kali ini, Kapolri juga didampingi oleh Kabaintelkam Polri, Komjen Agung Budi Maryoto, Asops Kapolri, Irjen Martuani Sormin, dan Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo.

Kemudian rombongan menuju Kodim 1702 Cinderawasih untuk meninjau lokasi pengungsian. Selanjutnya melaksanakan makan bersama dengan para pengungsi di halaman tengah Kodim 1702 Cinderawasih.

Dalam kesempatan tersebut, Menkopolhukam mengajak berdialog kepada para pengungsi yang mana kedatangannya ke Wamena dalam rangka menyampaikan pesan dari Presiden RI, bahwa pemerintah akan segera membangun sarana dan prasarana, fasilitas umum maupun pasar dan ruko yang rusak atau terbakar sehingga diharapkan kondisi perekonomian di Wamena segera pulih kembali.

Selain itu, Panglima TNI dan Kapolri juga meyakinkan kepada para pengungsi dan masyarakat baik pendatang maupun penduduk asli menjamin keamanan di wilayah Wamena dan sekitarnya, karena telah menerjukan sebanyak 1000 pasukan.

Pada kesempatan itu, Menteri Sosial juga memberikan bantuan secara simbolis kepada Bupati Jayawijaya untuk pembangunan ruko (rumah toko) yang rusak/terbakar.

Selanjutnya Menkopolhukam, Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan menuju gedung Aithousa Betlehem Wamena untuk melaksanakan tatap muka dengan tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat di Wamena yang mana dalam kegiatan tersebut Menkopolhukam mengutarakan maksud dan tujuan ke Wamena untuk menyampaikan pesan Presiden, serta akan mengakomodir dan melaporkan saran atau pesan dari tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama ke pihak terkait bahkan ke Presiden. (rel/B/amri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *