Mantan Panglima GAM Coba Selundupkan Ganja ke Medan

MEDAN (bareskrim.com) | Petugas Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut berhasil menggagalkan ‘penyelundupan’ daun ganja kering yang dibawa dari Kutacane, Aceh Tenggara ke Medan.

Tiga tersangka pun turut diamankan dalam keberhasilan tersebut. Seorang diantaranya merupakan residivis kejahatan narkotika juga mantan panglima GAM di Aceh Tenggara. Dari mereka, disita daun ganja kering seberat 80 kilogram sebagai barang bukti.
Adalah R (43), warga Jalan Baut, Lingkungan 2, Kelurahan Tanah Enamratus, Medan Marelan, K (23), warga Desa Darul Makmur, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara dan AS (19), warga Dusun Segenap, Kelurahan Bintang Alga Musara, Kecamatan Lauser, Kabupatem Aceh Tenggara.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut melalui Kasubdit I, AKBP Fadris Lana menjelaskan, ketiga tersangka disergap petugas yang menyaru sebagai pemesan ganja di kawasan Jalan Letjen Jamin Ginting, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, persis di Titi Kembar Sembahe pada Selasa (8/10/2019).
“Ketiganya kita tangkap saat melakukan undercover buy (penyamaran sebagai pembeli) narkotika jenis ganja,” sebut Fadris, Rabu (9/10/2019).
Dia mengaku, untuk menjebak tersangka pihaknya terlebih dahulu melakukan penyamaran hingga bisa berkomunikasi dengan seorang tersangka untuk melakukan transaksi ganja.
“Jadi, kita sepakat untuk bertemu di Jalan Letjen Jamin Ginting, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, tepatnya di Titi Kembar Sembahe,” terangnya.
Ketika bertemu, ketiga tersangka keluar mobil dan menunjukkan barang bukti ganja sehingga langsung disergap.
Adapun barang bukti yang diamankan berupa 80 bal ganja kering berat 80 Kg, satu unit mobil Xenia nomor polisi BK 1753 QP, satu unit sepeda motor Beat BK 5499 RBC, dan tiga handphone (HP).
Berdasarkan pengakuan tersangka R, merupakan mantan panglima GAM di Aceh Tenggara pada tahun 2004.
“R ini juga merupakan residivis, pada tahun 2007 ditangkap pihak Ditnarkoba Polda Sumut dengan membawa ganja sebanyak 100 Kg dan divonis 20 tahun penjara, tapi menjalani hukuman selama 13 tahun,” ungkap Fadris.
“Di Lapas Tanjunggusta selama 7 tahun dan 6 tahun di Nusa Kambangan. Dia bebas dari Nusa Kambangan pada Februari 2019 lalu,” jelasnya.
Baru enam bulan menghirup udara segar, sambung Fadris, R menjalankan ‘bisnis’ narkotika jenis ganja lagi dari Kutacane ke Kota Medan dengan menggunakan mobil Xenia BK 1753 QP. (amri/B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *